Pesawaran, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Fathul Bari, membuka kegiatan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 1 Pesawaran, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh guru MIN 1 Pesawaran tersebut bertujuan memperkuat pemahaman pendidik dalam menerapkan nilai-nilai cinta, kepedulian, dan karakter positif dalam proses pembelajaran. Pengawas Madrasah M. Suudi turut menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi.
Kepala MIN 1 Pesawaran, Yuni Fitria, menyampaikan bahwa seluruh peserta siap mengikuti sosialisasi dengan serius agar materi yang diperoleh dapat diterapkan dengan baik dalam proses pembelajaran di kelas.
Dalam arahannya, Farid Wajedi menekankan sejumlah poin penting dalam Kurikulum Berbasis Cinta. Menurutnya, penerapan kurikulum tersebut perlu diwujudkan melalui keteladanan guru, empati terhadap kondisi dan karakter peserta didik, serta kesabaran dalam mendampingi proses perkembangan setiap anak.
Selain itu, guru dituntut memiliki kemauan untuk terus belajar, mampu berkomunikasi dengan baik dan mendengarkan peserta didik, serta mengembangkan kreativitas agar pembelajaran lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan anak. Yang tidak kalah penting adalah menghadirkan kasih dan kepedulian, sehingga guru tidak mudah memberikan label negatif kepada peserta didik dan senantiasa memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.
Farid berharap sosialisasi ini tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, madrasah dapat menjadi lingkungan pendidikan yang lebih humanis, nyaman, dan mendukung pembentukan karakter peserta didik. (bagus/olin)