Pesawaran (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran melalui Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) dan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Pesawaran melaksanakan kegiatan penyerahan paket sembako bagi anak yatim dan difabel di Pulau Pahawang, Jumat (11/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program sosial dalam momentum Tahun Baru Islam 1447 H, sebagai wujud kepedulian dan komitmen Kemenag terhadap kelompok masyarakat rentan, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas.
Sebanyak 50 paket sembako dibagikan secara langsung oleh para penyuluh agama kepada penerima manfaat di wilayah Pulau Pahawang. Penyaluran ini tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga menghadirkan kehangatan dan perhatian dari negara melalui peran aktif Kementerian Agama.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi. Didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Pesawaran, turut hadir langsung dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap semangat gotong royong dan empati sosial yang dibangun oleh para penyuluh agama.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim dan difabel harus menjadi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat, bukan sekadar rutinitas tahunan. Menurutnya, kegiatan seperti ini mencerminkan wajah keberagamaan yang penuh kasih dan tanggung jawab sosial.
Pemberian sembako ini diharapkan mampu meringankan beban hidup penerima, sekaligus menumbuhkan rasa syukur dan kebersamaan. Para penyuluh juga menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan semangat menyambut Tahun Baru Islam dengan hati yang bersih dan saling peduli.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan. Antusiasme masyarakat Pulau Pahawang sangat tinggi, terbukti dari keterlibatan aktif tokoh masyarakat setempat dan penerima manfaat yang menyambut kedatangan rombongan dengan penuh rasa syukur.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga layanan keagamaan, tetapi juga sebagai penggerak nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Humas)
Editor : Fadilah