Pesawaran (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran diwakili Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Helmi, mengikuti Zoom Meeting Gerakan 100.000 Khataman Al-Qur'an yang merupakan rangkaian kegiatan Peaceful Muharram II, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang diikuti secara virtual tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad.
Dalam sambutannya, Abu Rokhmad menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki posisi yang sangat strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, berbagai data dan informasi terkait kondisi serta kualitas kehidupan keagamaan masyarakat berada di tangan para penyuluh agama.
"Para penyuluh agama merupakan ujung tombak Kementerian Agama di tengah masyarakat. Sumber data untuk mengetahui kualitas kehidupan masyarakat ada pada penyuluh agama karena mereka yang berinteraksi langsung dengan masyarakat," ujarnya.
Terkait Gerakan 100.000 Khataman Al-Qur'an, Abu Rokhmad menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kedekatan penyuluh agama dengan Al-Qur'an. Melalui khataman Al-Qur'an, para penyuluh diharapkan dapat menjadi teladan dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat serta menguatkan semangat dakwah yang moderat, damai, dan menyejukkan.
Pada kesempatan tersebut, Dirjen Bimas Islam juga mendorong para penyuluh agama untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan pengembangan kompetensi, baik melalui pendidikan nonformal, bimbingan teknis, pelatihan, maupun pengembangan keilmuan lainnya.
Abu Rokhmad menambahkan bahwa saat ini telah ada penyuluh agama Islam yang dipercaya menjadi Kepala Kantor Urusan Agama. Hal tersebut merupakan bagian dari transformasi KUA yang tidak hanya berfokus pada penguatan sarana dan kelembagaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Ini menjadi peluang sekaligus motivasi bagi para penyuluh. KUA merupakan etalase Kementerian Agama yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, penyuluh agama memiliki kesempatan untuk berkontribusi lebih luas dalam penguatan layanan keagamaan," tambahnya.
Menanggapi kegiatan tersebut, Helmi menyampaikan bahwa Gerakan 100.000 Khataman Al-Qur'an menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat semangat spiritual sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian para penyuluh agama.
"Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa penyuluh agama tidak hanya bertugas menyampaikan informasi dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat, tetapi juga harus terus meningkatkan kualitas diri melalui kedekatan dengan Al-Qur'an.” Ujarnya.
Sumber : Tim Humas
Penulis : Sinta Kustiani