Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

510 Peserta Ikuti OMI 2026, Kemenag Pringsewu Dorong Madrasah Maju dan Mendunia

Senin, 07 September 2026 • Humas Pringsewu
510 Peserta Ikuti OMI 2026, Kemenag Pringsewu Dorong Madrasah Maju dan Mendunia
Humas Pringsewu
Humas Pringsewu
Foto: Hafid Ali Yusuf

Pringsewu, Kemenag (Humas) — Sebanyak 510 peserta mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Pringsewu yang digelar selama tiga hari, 7-9 September 2026, di Kampus MAN 1 Pringsewu.

Peserta berasal dari jenjang madrasah dan sekolah dengan rincian 161 peserta dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), 187 peserta dari tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs)/SMP, serta 162 peserta dari tingkat Madrasah Aliyah (MA)/SMA.

Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, M. Sakban, dalam laporannya mengatakan jumlah peserta tersebut menunjukkan tingginya antusiasme peserta didik untuk belajar dan berprestasi.

"Jumlah tersebut merupakan bukti bahwa semangat belajar, berprestasi, dan berkompetisi peserta didik di Kabupaten Pringsewu sangat luar biasa," kata M. Sakban dalam laporannya.

Menurutnya, OMI tidak semata-mata menjadi ajang untuk menentukan pemenang. Kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun pengalaman berkompetisi secara sehat dan sportif.

Selanjutnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Khuzil Afwa Kahuripan dalam sambutannya mengapresiasi panitia pelaksana, MAN 1 Pringsewu sebagai tuan rumah, para kepala madrasah dan kepala sekolah, guru pembimbing, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan OMI Tahun 2026.

Ia meminta peserta tidak memandang peserta lain sebagai lawan yang harus dikalahkan. Menurutnya, para peserta justru dapat saling memotivasi untuk berkembang dan memberikan kemampuan terbaik.

"Jangan menjadikan peserta lain sebagai lawan yang harus dikalahkan, tetapi jadikan mereka sebagai sahabat dan motivasi untuk menjadi lebih baik," ujar Khuzil.

Dia mengatakan kemenangan dalam sebuah kompetisi memang menjadi kebanggaan. Namun, keberanian untuk berkompetisi, berusaha maksimal, serta menjunjung tinggi kejujuran merupakan bagian penting dari keberhasilan.

Khuzil juga mengingatkan peserta agar tidak takut melakukan kesalahan maupun menghadapi kekalahan.

"Prestasi tidak lahir dalam satu hari. Prestasi lahir dari proses panjang belajar, berlatih, disiplin, berdoa, dan pantang menyerah," katanya.

Ia berharap OMI 2026 dapat menjadi sarana untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit unggul dari madrasah dan sekolah di Kabupaten Pringsewu. Para peserta diharapkan mampu berkembang hingga dapat mengharumkan nama Kabupaten Pringsewu dan Provinsi Lampung di tingkat nasional maupun internasional.

Khuzil juga meminta seluruh rangkaian kompetisi berlangsung tertib, lancar, objektif, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas.

"Kepada seluruh peserta, ikutilah OMI ini dengan penuh semangat, percaya diri, jujur, disiplin, dan sportif," ucapnya.

Menurut Khuzil, OMI 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia. Kompetisi tersebut juga diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki karakter, akhlak mulia, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan semangat untuk terus berprestasi tutupnya seraya membuka Kegiatan tersebut secara resmi (Jari/Afif).