Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Hadiri Wisuda Tahfidz, M. Sakban Sebut Al Qur’an Sebagai Bekal Bagi Siswa Madrasah

Kamis, 22 Mei 2025 Humas Pringsewu
Hadiri Wisuda Tahfidz, M. Sakban Sebut Al Qur’an Sebagai Bekal Bagi Siswa Madrasah
Humas Pringsewu
Humas Pringsewu

Kemenag Pringsewu (Humas) -- Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu M. Sakban, mewisuda 107 Peserta Didik MTsN 2 Pringsewu Kamis, 22/05/2025.

Sebanyak 107 siswa-siswi menjalani prosesi Wisuda Tahfidz Al-Qur'an di Halaman MTs Negeri 2 Pringsewu.

Saat memberikan sambutan, M. Sakban menyebutkan bahwa Program Tahfidz dan Tilawah telah menjadi program unggulan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung. 

"Dengan tujuan utama agar para peserta didik kita mulai dari jenjang dasar dapat memiliki bekal yang cukup tentang Pengamalan Al Qur'an. Saya sangat menyambut baik acara hari ini dan berharap supaya kedepan dapat terlaksana dengan lebih baik lagi," ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada sejumlah siswa yang telah mampu menghafal Al Qur'an, dan  juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi yang tinggi kepada Kepala Madrasah, guru dan siswa/i Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pringsewu. "Semoga dengan kegiatan ini dapat menunjukkan keseriusan yang tulus dalam memotivasi siswa/i untuk terus menjadikan pribadi yang tangguh, berbudi pekerti yang luhur, serta membentuk generasi muda yang beriman dan bertaqwa yang merupakan ciri anak-anak madrasah", ucapnya.

"Dalam rangka mengantisipasi globalisasi dimana generasi muda saat ini jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an maka diperlukan adanya upaya untuk mengembalikan generasi kita kepada generasi yang agamis dan Qur’ani. Bila melihat di media massa baik cetak maupun media sosial perilaku remaja membuat miris hati kita. Perlu perhatian ekstra orang tua terhadap putra putrinya. Anak tidak cukup hanya disediakan pangan, kesehatan dan pendidikan, tetapi perlu diberi asupan rohani. Anak adalah aset, semakin anak diberi bekal ilmu agama dan ilmu sekolah maka otaknya akan terasah menjadi terampil, cerdas, berakhlak dan kelak menjadi generasi muda yang sukses", lanjutnya.

"Rasulullah SAW, dalam hadits shahih Al-Bukhori menyebutkan “Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang setelah mereka”. Mengapa menjadi generasi terbaik? Karena mereka menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber segala pijakan hidupnya. Al-qur’an merupakan petunjuk hidup, pembeda antara yang hak dan yang bathil, kitab yang di dalamnya menghimpun penjelasan sepanjang zaman", jelasnya.

"Oleh karena itu, untuk mengembalikan generasi islam kepada kejayaannya dengan segala parameternya, maka orang tua dan lembaga pendidikan sejatinya mengutamakan untuk memiliki visi dan semangat yang sama, membawa kembali generasi umat ini kepada Al-qur’an, mencintai Al- qur’an, menghafal Al-Qur’an, mengamalkan Al-qur’an dan mengajarkan serta mendakwahkan Al-Qur’an.

Program Tahfidzul Qur’an adalah serangkaian inovasi dalam rangka mendekatkan peserta didik dengan Al-qur’an, lebih dari itu madrasah diharapkan dapat menjadi wadah paling tepat dalam menghafal Al-Qur’an yang dapat dijadikan sebagai benteng dari pengaruh buruk globalisasi. Di dalam proses pembelajaran Tahfidzul Qur’an, pembimbing harus mengajar sesuai dengan standar atau acuan umum yang terdiri dari tiga tahap, yakni kegiatan pendahuluan, inti dan penutup sehingga tercapai target dengan hasil dan kualitas yang sesuai harapan", pungkasnya. (Afif/Im/Anggithya)