Pringsewu, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Khuzil Afwa Kahuripan, mendorong Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Hindu Kabupaten Pringsewu tidak berhenti pada pembentukan organisasi secara administratif, tetapi aktif menjalankan program kerja yang berdampak bagi guru dan peserta didik. Hal itu disampaikan Khuzil Afwa saat menerima audiensi MGMP Pendidikan Agama Hindu Kabupaten Pringsewu di Kantor Kemenag Pringsewu, Rabu (9/9/2026).
Menurut Khuzil, MGMP harus menjadi wadah yang memiliki tujuan bersama serta visi dan misi yang selaras. Forum tersebut juga perlu dimanfaatkan sebagai ruang pengembangan profesionalisme guru.
“Yang paling penting adalah wadahnya harus terbentuk. Setelah terbentuk, forum ini harus berjalan dan roda organisasinya harus bergerak. Jangan sampai hanya terbentuk secara administrasi, tetapi tidak ada kegiatan dan program kerja,” kata Khuzil.
Ia mengatakan MGMP dapat mengambil peran dalam peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan, pengembangan kurikulum, serta penguatan integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesional.
Khuzil juga mengapresiasi inisiatif pembentukan MGMP Pendidikan Agama Hindu Kabupaten Pringsewu. Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, kata dia, siap mendukung kegiatan yang positif dan konstruktif.
“Kami mengapresiasi terbentuknya MGMP ini dan mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang positif dan konstruktif. Harapannya MGMP ini benar-benar hidup, aktif berkegiatan, memiliki program kerja yang jelas, dan memberikan manfaat bagi guru maupun peserta didik,” ujarnya.
Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun MGMP Pendidikan Agama Hindu Kabupaten Pringsewu yang solid, profesional, aktif, dan berintegritas.
Keberadaan MGMP diharapkan tidak hanya memperkuat kompetensi dan profesionalisme guru, tetapi juga turut meningkatkan mutu pendidikan keagamaan bagi peserta didik di Kabupaten Pringsewu. (Jari/Afif).