Tanggamus Kemenag (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanggamus, Hj. Ratnawiyah, S.Ag., M.A., mengikuti kegiatan Desiminasi II Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Tanggamus Tahun 2024 yang digelar di Pekon Kuta Dalom, Kecamatan Gisting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat serta pihak terkait mengenai upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Tanggamus.
Acara tersebut menghadirkan dr. Meri Yosefa sebagai pemateri, yang memaparkan berbagai strategi dalam menanggulangi stunting, serta pentingnya peran lintas sektor dalam mengatasi masalah gizi buruk yang menyebabkan stunting pada anak-anak. Dr. Meri Yosefa mengungkapkan bahwa stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Hj. Ratnawiyah, bersama dengan peserta lainnya yang terdiri dari tenaga kesehatan, aparat pemerintah, serta tokoh masyarakat, mendalami materi yang disampaikan mengenai pentingnya intervensi dini dalam pencegahan stunting. Ia menekankan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak awal, yaitu dengan memberikan asupan gizi yang tepat kepada ibu hamil dan bayi, serta pemantauan perkembangan anak secara rutin.
Dalam kesempatan ini, Hj. Ratnawiyah juga mengajak seluruh peserta untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor antara sektor kesehatan, pendidikan, agama, dan pemerintah desa dalam menangani masalah stunting. Ia percaya bahwa sinergi yang baik antara semua pihak akan mempercepat pencapaian target penurunan angka stunting di Kabupaten Tanggamus.
Kegiatan Desiminasi II ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi yang baik untuk tumbuh kembang anak. Peserta diharapkan dapat membawa pulang informasi dan strategi yang dapat diterapkan di tingkat desa dan keluarga untuk mengurangi prevalensi stunting di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya peningkatan pemahaman yang lebih mendalam tentang penanganan stunting di Kabupaten Tanggamus, serta mendorong terciptanya kebijakan dan program yang lebih efektif dalam menangani permasalahan gizi buruk. Stunting, yang berdampak pada tumbuh kembang anak, harus menjadi perhatian serius untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan.(frans/Mela Basyar)