Tanggamus Kemenag (Humas) -- Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Musannip, mengikuti Rapat Koordinasi Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Imunisasi Kejar HPV yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting. Rapat koordinasi yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung ini menjadi wadah sinergi lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan program imunisasi bagi anak usia sekolah di seluruh wilayah Provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai unsur pemerintah dan mitra strategis, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung dan Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, Bappeda, Tim Penggerak PKK, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), organisasi keagamaan, serta organisasi profesi se-Provinsi Lampung. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan BIAS dan Imunisasi Kejar HPV.
Dalam rapat koordinasi ini dibahas kebijakan pelaksanaan BIAS, peran lintas sektor, serta strategi pelaksanaan Imunisasi Kejar HPV yang akan dilaksanakan pada Agustus dan November 2026. Musannip menyampaikan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam mendukung program kesehatan peserta didik melalui edukasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing.
Keikutsertaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus dalam rapat koordinasi secara virtual ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah. Melalui sinergi lintas sektor yang semakin kuat, diharapkan pelaksanaan BIAS dan Imunisasi Kejar HPV dapat berjalan optimal sehingga mampu melindungi kesehatan generasi muda serta mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, unggul, dan berkualitas.(Frans)