Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Monitoring Bantuan Inkubasi Bisnis di Ponpes Al-Qodir, Kasi Papki Kemenag Tanggamus Tinjau Pelaksanaan

Jumat, 21 Februari 2025 Humas Tanggamus
Monitoring Bantuan Inkubasi Bisnis di Ponpes Al-Qodir, Kasi Papki Kemenag Tanggamus Tinjau Pelaksanaan
Humas Tanggamus
Humas Tanggamus

Tanggamus Kemenag (Humas) – Kasi Papki Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, H. Muhamad Hasan Basri, S.Ag., M.Pd., bersama tim pelaksana melakukan monitoring penggunaan dan pelaporan Bantuan Inkubasi Bisnis di Pondok Pesantren Al-Qodir, yang berlokasi di Jl. Batu Tegi, Desa Totomargo, Kecamatan Air Naningan, Kamis, 20 Februari 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan kepada pondok pesantren dimanfaatkan dengan optimal dalam mendukung pengembangan usaha santri. Dalam kunjungannya, H. Muhamad Hasan Basri meninjau secara langsung program usaha yang telah dijalankan oleh pesantren, termasuk kendala serta progres yang telah dicapai.

Menurutnya, bantuan inkubasi bisnis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren. “Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga bisa menjadi basis ekonomi berbasis syariah yang mandiri. Bantuan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian santri dalam berwirausaha,” ujar Hasan Basri.

Salah satu program usaha yang dikembangkan di Ponpes Al-Qodir adalah unit usaha pengolahan hasil pertanian yang melibatkan santri dalam berbagai proses produksi. Santri diberikan pelatihan keterampilan untuk mengelola usaha tersebut, sehingga mereka memiliki pengalaman nyata dalam dunia bisnis.

Selain monitoring, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi dan pendampingan teknis terkait pelaporan penggunaan dana. Tim pelaksana Papki memberikan arahan agar pengelolaan dana bantuan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Di akhir kunjungan, H. Muhamad Hasan Basri mengapresiasi semangat para santri dan pengelola pondok pesantren dalam mengembangkan usaha yang telah dirintis. Ia berharap program ini terus berkelanjutan dan dapat menjadi inspirasi bagi pesantren lainnya dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis pesantren. (Frans/Mela Basyar )