Tanggamus, Kemenag (Humas) -- Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berbicara tentang penyampaian materi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang penting dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penyesuaian Perangkat Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berdasarkan Capaian Pembelajaran Tahun 2026 bagi Guru PAI Kabupaten Tanggamus, yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Selasa (8/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus Mahmuddin Aris Rayusman, menegaskan bahwa penyesuaian perangkat pembelajaran hendaknya tidak dipandang sebatas pemenuhan administrasi guru. Menurutnya, perangkat pembelajaran harus menjadi instrumen yang mampu membantu guru merancang pembelajaran PAI secara lebih terarah, relevan, dan bermakna sesuai dengan capaian pembelajaran tahun 2026. Ia juga mendorong Guru PAI untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak sekadar membuat peserta didik memahami materi, tetapi mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Muhamad Hasan Basri, turut memberikan laporan terkait pelaksanaan kegiatan. Ia menyampaikan bahwa Bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Guru PAI agar mampu menyesuaikan perangkat pembelajaran dengan arah kebijakan pendidikan yang berlaku. Kegiatan menghadirkan narasumber Amrina, dan Hayesti Maulida, serta diikuti oleh Guru PAI, Pengawas PAI dan unsur terkait di Kabupaten Tanggamus.
Melalui Bimtek ini, Kemenag Tanggamus berharap lahir perangkat pembelajaran yang benar-benar dapat diterapkan di satuan pendidikan sekaligus memperkuat pembelajaran mendalam. Guru PAI didorong menanamkan lima dimensi cinta, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air. Dengan demikian, pembelajaran PAI diharapkan mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, berpikir kritis, mandiri, kreatif, peduli lingkungan, serta memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat dan bangsa.(Frans)