Tanggamus Kemenag (Humas) --
Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Tanggamus, H. Saiful Arfan, S.Ag., M.Pd.I., dan Kasi Pendidikan
Madrasah (Penmad), H. Musannip, S.Ag., mengikuti kegiatan pembinaan ideologi
Pancasila dan wawasan kebangsaan di Hotel 21. Acara ini juga dihadiri oleh
Wakil Bupati Tanggamus terpilih periode 2024-2029, Agus Suranto.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila serta meningkatkan wawasan kebangsaan bagi para peserta, terutama di lingkungan pemerintahan dan lembaga pendidikan. Dalam kegiatan ini, berbagai materi diberikan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi aparatur pemerintah dan tenaga pendidik yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat.
H. Saiful Arfan menegaskan bahwa
kegiatan ini sangat relevan dengan tugasnya sebagai Kasi Bimas Islam, mengingat
banyak nilai dalam Pancasila yang sejalan dengan ajaran Islam. Menurutnya,
pemahaman yang baik terhadap Pancasila akan membantu menciptakan kehidupan
masyarakat yang lebih harmonis dan rukun. "Pancasila bukan hanya dasar
negara, tetapi juga pedoman hidup yang mengajarkan nilai-nilai luhur, termasuk
dalam kehidupan beragama," ujarnya.
Sementara itu, H. Musannip
menyoroti pentingnya wawasan kebangsaan dalam dunia pendidikan. Ia menekankan
bahwa madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memiliki
tanggung jawab dalam membentuk karakter kebangsaan siswa. "Melalui
pendidikan yang berbasis nilai-nilai Pancasila, kita dapat menciptakan generasi
yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap toleransi
dan cinta tanah air yang tinggi," ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat semakin memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Kabupaten Tanggamus berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa guna memperkuat nasionalisme di berbagai lapisan masyarakat, terutama dalam sektor pendidikan dan keagamaan. (Frans/Mela Basyar)