Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Ratnawiyah Hadiri Persiapan Verifikasi Lapangan Hybrid: Kemenag Tanggamus Dukung Perlindungan Perempuan dan Anak

Rabu, 16 April 2025 Humas Tanggamus
Ratnawiyah Hadiri Persiapan Verifikasi Lapangan Hybrid: Kemenag Tanggamus Dukung Perlindungan Perempuan dan Anak
Humas Tanggamus
Humas Tanggamus

Tanggamus Kemenag (Humas) – Komitmen terhadap perlindungan perempuan dan anak terus diperkuat di Kabupaten Tanggamus. Salah satu buktinya, Ratnawiyah, S.Ag., M.A., Penyuluh Agama Ahli Madya dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, turut menghadiri kegiatan persiapan verifikasi lapangan hybrid yang digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Senin (14/4).

Acara yang berlangsung penuh antusiasme ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suparno, yang memberikan sambutan sekaligus mengajak seluruh unsur untuk bahu-membahu menjadikan Tanggamus sebagai daerah yang ramah bagi perempuan dan anak. “Ini bukan hanya soal penilaian, tapi tentang masa depan generasi kita,” tegasnya.

Kegiatan ini melibatkan jajaran instansi vertikal dan lintas sektor, mulai dari pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga organisasi masyarakat. Kehadiran perwakilan Kemenag melalui Ratnawiyah menjadi bentuk dukungan konkret terhadap agenda nasional pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang berbasis nilai-nilai moral dan spiritual.

Dalam forum tersebut, Ratnawiyah menekankan pentingnya edukasi berbasis agama dalam membentuk pola pikir masyarakat yang lebih adil, penuh kasih sayang, dan menjunjung tinggi hak setiap individu. “Agama bukan hanya ajaran ibadah, tapi juga panduan dalam membangun peradaban yang menghargai martabat manusia,” ujarnya dengan penuh semangat.

Diskusi juga membahas rencana verifikasi lapangan hybrid oleh tim Kemen PPPA, yang akan dilakukan secara daring dan luring. Penilaian ini mencakup kesiapan daerah dalam menyediakan fasilitas ramah anak, regulasi, serta sinergi antar lembaga. Keterlibatan tokoh agama diharapkan menjadi motor penggerak dalam mengedukasi masyarakat hingga ke tingkat keluarga.

Melalui keterlibatannya, Kemenag Tanggamus menunjukkan bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas teknis, tetapi misi kemanusiaan yang memerlukan sentuhan spiritual, moral, dan kolaborasi lintas sektor. Sebuah langkah nyata menuju Tanggamus yang lebih inklusif, aman, dan berkeadilan bagi semua.(Frans/Mela Basyar)