Tanggamus Kemenag (Humas)
– Komitmen terhadap perlindungan perempuan dan anak terus diperkuat di
Kabupaten Tanggamus. Salah satu buktinya, Ratnawiyah, S.Ag., M.A.,
Penyuluh Agama Ahli Madya dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus,
turut menghadiri kegiatan persiapan verifikasi lapangan hybrid yang
digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen
PPPA), Senin (14/4).
Acara yang berlangsung penuh antusiasme ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suparno, yang memberikan sambutan sekaligus mengajak seluruh unsur untuk bahu-membahu menjadikan Tanggamus sebagai daerah yang ramah bagi perempuan dan anak. “Ini bukan hanya soal penilaian, tapi tentang masa depan generasi kita,” tegasnya.
Kegiatan ini melibatkan jajaran
instansi vertikal dan lintas sektor, mulai dari pemerintahan daerah,
lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga organisasi masyarakat. Kehadiran
perwakilan Kemenag melalui Ratnawiyah menjadi bentuk dukungan konkret terhadap
agenda nasional pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang berbasis
nilai-nilai moral dan spiritual.
Dalam forum tersebut, Ratnawiyah
menekankan pentingnya edukasi berbasis agama dalam membentuk pola pikir
masyarakat yang lebih adil, penuh kasih sayang, dan menjunjung tinggi hak
setiap individu. “Agama bukan hanya ajaran ibadah, tapi juga panduan dalam
membangun peradaban yang menghargai martabat manusia,” ujarnya dengan penuh semangat.
Diskusi juga membahas rencana verifikasi
lapangan hybrid oleh tim Kemen PPPA, yang akan dilakukan secara daring dan
luring. Penilaian ini mencakup kesiapan daerah dalam menyediakan fasilitas
ramah anak, regulasi, serta sinergi antar lembaga. Keterlibatan tokoh agama
diharapkan menjadi motor penggerak dalam mengedukasi masyarakat hingga ke
tingkat keluarga.
Melalui keterlibatannya, Kemenag
Tanggamus menunjukkan bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas
teknis, tetapi misi kemanusiaan yang memerlukan sentuhan spiritual, moral,
dan kolaborasi lintas sektor. Sebuah langkah nyata menuju Tanggamus yang
lebih inklusif, aman, dan berkeadilan bagi semua.(Frans/Mela Basyar)