Tanggamus, Kemenag (Humas) — Serah terima jabatan delapan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan di lingkungan Kantor Kementerian Agama menjadi momentum penyegaran organisasi sekaligus penguatan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Mahmuddin Aris Rayusman, tersebut merupakan bagian dari inisiasi untuk menghadirkan semangat baru dalam pelaksanaan tugas serta meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat kecamatan.
Dalam arahannya, Mahmuddin Aris Rayusman menyampaikan sejumlah kebijakan dan penekanan kepada para Kepala KUA agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa rotasi jabatan bukan sekadar perpindahan tempat tugas, tetapi menjadi bagian dari dinamika organisasi untuk memperluas pengalaman, memperkuat kinerja, dan mendorong lahirnya inovasi dalam pelayanan keagamaan.
Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Saiful Arfan, turut memberikan masukan dan penguatan terkait pelaksanaan tugas Kepala KUA sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan. Ia menekankan pentingnya koordinasi, kedisiplinan, tertib administrasi, serta pelayanan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. KUA diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu hadir sebagai pusat pelayanan dan pembinaan keagamaan yang dekat dengan masyarakat.
Dari delapan Kepala KUA yang melaksanakan serah terima jabatan, Nurliansyah, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Gunung Alip, mendapat amanah baru sebagai Kepala KUA Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. Sementara itu, tujuh Kepala KUA lainnya tetap mengemban tugas di wilayah Kabupaten Tanggamus. Penugasan lintas kabupaten tersebut menjadi bagian menarik dari dinamika organisasi, sekaligus menunjukkan bahwa amanah pelayanan Kementerian Agama dapat dijalankan di mana pun dibutuhkan untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin profesional, inovatif, dan berorientasi pada masyarakat. (Frans)