Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Semarakkan Hijau Sekolah, Kepala Kemenag Tanggamus Tanam Pohon Matoa di Tiga Madrasah

Kamis, 24 April 2025 Humas Tanggamus
Semarakkan Hijau Sekolah, Kepala Kemenag Tanggamus Tanam Pohon Matoa di Tiga Madrasah
Humas Tanggamus
Humas Tanggamus

Tanggamus Kemenag (Humas) -- Suasana penuh semangat menyelimuti halaman MTsN 1, MTsN 2, dan MIN 1 Tanggamus saat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman, M.Pd.I., hadir untuk melakukan monitoring sekaligus menanam pohon matoa. Didampingi Kasi Penmad H. Musannip, S.Ag., M.Pd.I., kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen nyata dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan di lingkungan pendidikan madrasah.

Kehadiran beliau disambut hangat oleh para kepala madrasah: Ramdani, S.Pd., di MTsN 1 Tanggamus; Nurzaman, S.Ag., M.Pd.I., di MTsN 2 Tanggamus; serta Kusairi, S.Pd.I., di MIN 1 Tanggamus. Senyum semangat para guru dan siswa turut mewarnai momen penanaman pohon, menandai bahwa upaya penghijauan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semangat bersama seluruh warga madrasah.

Program penanaman pohon matoa ini merupakan bagian dari inisiatif besar bertajuk "1 Juta Pohon Matoa di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus". Gerakan ini tak hanya sekadar menambah hijau di lingkungan sekolah, tapi juga menumbuhkan kepedulian dan cinta lingkungan dalam diri generasi muda.

“Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tapi juga nilai-nilai kehidupan. Dengan menanam pohon, kita sedang menanam kepedulian, tanggung jawab, dan cinta pada alam,” ujar Dr. Mahmuddin dalam sambutannya yang menginspirasi para siswa untuk turut ambil bagian dalam menjaga bumi.

Pohon matoa yang dipilih memiliki manfaat ganda selain memberi keteduhan dan keindahan, juga menghasilkan buah yang kaya nutrisi. Tanaman ini menjadi simbol masa depan yang sehat dan produktif, yang bisa tumbuh dari lingkungan madrasah yang hijau dan lestari.

Langkah hijau Kemenag Tanggamus ini diharapkan bisa menjadi pemantik semangat bagi lembaga pendidikan lainnya. Dengan gerakan ini, madrasah tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga ruang yang membentuk karakter cinta alam dan peduli sesama.  (Frans/Mela Basyar)