Tulang Bawang, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang, Johan Yusuf, hadir sekaligus membuka kegiatan Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah Lampung Tahun 2026 bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Tulang Bawang. Kamis (10/9/2026)
Dalam laporannya, Kasi Penmad Eviyana menyampaikan bahwa sebanyak 63 guru mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta berasal dari madrasah jenjang MI dan MTs se-Kabupaten Tulang Bawang.
Johan Yusuf menyampaikan bahwa guru yang telah mendapatkan pelatihan memiliki tanggung jawab untuk membagikan kembali ilmu yang diperoleh kepada guru dan peserta didik lainnya. Pengimbasan diharapkan membuat pengetahuan dan keterampilan Bahasa Lampung dapat diterapkan secara lebih luas.

Ia juga mengajak para guru untuk tidak malu menggunakan Bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembiasaan penggunaan bahasa daerah dapat dimulai dari lingkungan madrasah melalui hal-hal sederhana.
Johan menegaskan bahwa pelestarian Bahasa Lampung membutuhkan dukungan dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penggunaan Bahasa Lampung secara rutin dinilai menjadi salah satu cara penting agar bahasa daerah tetap dikenal dan digunakan oleh generasi muda.
Selain pelestarian bahasa daerah, Johan berharap madrasah terus meningkatkan kualitas pendidikan dan melahirkan siswa berprestasi. Ia mendorong guru untuk memberikan pembelajaran terbaik agar potensi peserta didik dapat berkembang hingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Tulang Bawang.
“Jangan malu menggunakan Bahasa Lampung, karena menggunakan bahasa daerah merupakan bagian dari kebanggaan dan upaya kita untuk melestarikannya.” Pesan Johan.