Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Istighosah Bersama dan Deklarasi Pesantren Ramah Anak, Ketua DWP Kemenag Tulang Bawang Hadiri Acara Via Zoom Meeting

Jumat, 04 Oktober 2024 Humas Tulang Bawang
Istighosah Bersama dan Deklarasi Pesantren Ramah Anak, Ketua DWP Kemenag Tulang Bawang Hadiri Acara Via Zoom Meeting
Humas Tulang Bawang
Humas Tulang Bawang

Tulang Bawang, Kemenag (Humas)Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Netty Hermina Jalaluddin didampingi Sekretaris Alkok Daswati, Pengurus serta Anggota menghadiri undangan Istighosah Bersama dan Deklarasi Pesantren Ramah Anak melalui Zoom Meeting bertempat Aula PLHUT, Kamis (03/10/2024).

Kegiatan ini diorganisir oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam.

Acara dimulai dengan Doa dan Istighosah bersama yang dipimpin oleh PP Bahrul Ulum Jombang, dilanjutkan dengan laporan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dr. H. Basnang Said, M.Ag dan dibuka oleh Direktur Jendral Pendidikan Islam Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag yang menyampaikan tentang kebijakan Pesantren Ramah anak.

Hadir dalam giat ini Penasehat DWP Kemenag RI, berbagai tokoh dan perwakilan dari DWP di tingkat nasional, termasuk Ketua DWP Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Istri Kepala Biro PTKN, Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi, serta Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan UPT Asrama Haji. Kegiatan ini juga diikuti oleh Ketua DWP dan Badan Diklat (BDK) BLA serta Loka se-Indonesia.


Dalam acara tersebut, sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang perlindungan anak dan pendidikan menyampaikan wawasan penting. Di antara narasumber yang hadir adalah Dr. Nahar, SH, M.Si., Deputi Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, membuka diskusi dengan menjelaskan pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak dalam konteks pendidikan di pesantren.

Selanjutnya, Hj. Al Rahmayanti, S.Sos., I, M.Ag, Komisioner KPAI, memberikan wawasan tentang pengawasan pemenuhan hak asasi dan perlindungan di pesantren, menekankan pentingnya peran pesantren dalam menjamin hak anak.

Dalam sesi yang tak kalah menarik dari anggota Majelis Masyayikh Hj. Badriyah Fayumi, Lc., M.A., membahas hubungan antara Islam, anak, dan keberpihakan negara untuk melahirkan generasi terbaik bangsa. Ia menggarisbawahi peran pesantren sebagai lembaga yang berkontribusi dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas.

KH. Hudri Arif, Ketua RMI PBNU, yang memberikan penjelasan tentang pesantren NU dan upaya - upaya menihilkan kekerasan di pesantren, serta bagaimana pesantren dapat menjadi tempat yang aman dan ramah bagi santri.


Dalam kesempatan tersebut Netty Hermina Jalaluddin mengungkapkan pentingnya pesantren yang ramah dan inklusif bagi perkembangan generasi muda. Ia juga menekankan perlunya dukungan dan kolaborasi antara lembaga pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pendidikan karakter dan keagamaan. "Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan pesantren," ungkap Netty.

Terakhir acara ditutup dengan pembacaan Deklarasi Pesantren Ramah anak yang disampaikan oleh Kabid Pontren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah H. Min Handoyo. Lc.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen semua pihak dalam menciptakan lingkungan pesantren yang lebih baik, aman, dan nyaman bagi anak-anak demi lahirnya generasi yang unggul dan berkualitas. Semoga sinergi antara DWP Kemenag dan berbagai lembaga dapat terus berlanjut demi terwujudnya pesantren ramah yang menjunjung tinggi hak anak. (dody)


Editor: Aditya Catur