Tulang
Bawang, Kemenag (Humas) – Sebanyak 30 Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ)
Kabupaten Tulang Bawang secara resmi diterima oleh panitia pelaksana MTQ ke-51
Provinsi Lampung yang diselenggarakan di Gedung Pusiban, Bandar Lampung, Senin
(11/11/2024).
Acara
penerimaan tersebut menjadi momen penting bagi para peserta dan official yang
akan mewakili Kabupaten Tulang Bawang dalam ajang kompetisi Al-Qur'an terbesar
di Provinsi Lampung.
Penerimaan
kafilah MTQ Provinsi telah dimulai pada tanggal 11 November 2024 dan
dijadwalkan berakhir pada tanggal 18 November 2024. Setiap kabupaten/kota di
provinsi ini diharapkan untuk mengirimkan utusan terbaik mereka dalam berbagai
cabang lomba, termasuk tilawah, hafalan Al-Qur'an, tafsir, serta cabang-cabang
lainnya yang akan diperlombakan di tingkat provinsi.
Dalam
Kegiatan tersebut Kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang
Bawang Ahmad Jalaluddin yang didampingi Ketua DWP Kemenag Tulang Bawang Netty
Hermina, Kasubbag TU Marsudi, Kasi Bimas Islam Mujamil para Tim Official dan peserta
disambut dengan hangat oleh panitia pelaksana, yang memastikan seluruh
persiapan berjalan lancar sebelum dimulainya perlombaan. Setelah penerimaan,
dilakukan proses registrasi peserta yang akan berkompetisi dalam berbagai
cabang lomba, seperti Tilawah, Tafsir, Hifzil Qur'an, dan lainnya.
Jalaluddin
dalam sambutanya mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan
kepada kafilah Tulang Bawang untuk berpartisipasi dalam MTQ ke-51. Kami
mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah menyambut kami
dengan baik.
“Ini
adalah kesempatan yang sangat berharga bagi para peserta, dan kami berharap
mereka dapat menunjukkan prestasi terbaik serta mempersembahkan kebanggaan bagi
Kabupaten Tulang Bawang," kata Jalal.
Lebih
lanjut, Jalaluddin juga menekankan pentingnya ajang MTQ sebagai wadah untuk
memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur'an dan mengembangkan nilai-nilai
keislaman di kalangan umat.
"Melalui
ajang ini, kami berharap para peserta tidak hanya bersaing dalam hal
keterampilan membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga dapat mengaplikasikan
nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Beliau juga menambahkan, partisipasi dalam ajang MTQ bukan hanya untuk meraih kemenangan, tetapi sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. (dody)
Editor: Aditya Catur