Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Catatan Kakanwil

Luasnya Rahmat Allah dan Mengapa Kita Sering Melupakannya

Jumat, 30 Agustus 2024 Puji Raharjo
Luasnya Rahmat Allah dan Mengapa Kita Sering Melupakannya
Puji Raharjo Soekarno, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung
Puji Raharjo
Puji Raharjo

Dalam kehidupan yang serba cepat ini, kita sering kali terlena dan melupakan be tapa besar rahmat Allah SWT yang melingkupi kita. Kita terjebak dalam rutinitas harian, terfokus pada masalah-masalah kecil, hingga luput dari menyadari bahwa setiap detik yang kita lalui sebenarnya adalah anugerah dari Allah. Dalam Surah Tāhā ayat 52, Allah mengingatkan kita:

*قَالَ عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي فِي كِتَابٍ ۖ لَا يَضِلُّ رَبِّي وَلَا يَنسَىٰ*

“Dia (Musa) berkata: 'Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, dalam sebuah kitab; Tuhanku tidak akan salah atau lupa.’” (QS. Tāhā: 52)

Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita telah tercatat dalam Lauh Mahfuz, sebuah kitab yang berada di sisi Allah. Tidak ada yang terlewatkan, tidak ada yang dilupakan. Ini menunjukkan betapa sempurnanya pengetahuan Allah tentang makhluk-Nya, termasuk segala bentuk rahmat yang telah Dia berikan kepada kita.

*Rahmat Allah: Cinta yang Tak Pernah Berkurang*

Rahmat Allah adalah manifestasi dari cinta-Nya yang tak terbatas kepada makhluk-Nya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda:

*لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابٍ فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبِي*

"Ketika Allah menetapkan penciptaan makhluk, Dia menulis di dalam Kitab-Nya, yang berada di sisi-Nya di atas Arasy, 'Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku'." (HR. Bukhari No. 3194 dan Muslim No. 2751)

Hadits ini mengingatkan kita bahwa kasih sayang Allah selalu lebih besar daripada kemurkaan-Nya. Allah senantiasa membuka pintu rahmat-Nya untuk hamba-hamba-Nya, bahkan saat kita berbuat dosa dan kesalahan. Rahmat-Nya tidak mengenal batas, dan Dia selalu siap untuk mengampuni dan memberikan kasih sayang-Nya kepada mereka yang bertaubat.

*Mengapa Kita Melupakan Rahmat Allah?*

Namun, sering kali kita melupakan rahmat Allah ini. Salah satu alasannya adalah karena kita terlalu fokus pada masalah-masalah duniawi. Ketika menghadapi kesulitan atau cobaan, kita cenderung merasa bahwa Allah jauh dari kita. Padahal, di balik setiap ujian, ada rahmat yang tersembunyi. Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, bahkan ketika kita merasa terpuruk. Kita hanya perlu membuka hati dan melihat dengan mata iman bahwa setiap cobaan adalah bagian dari rencana Allah yang penuh kasih sayang.

Selain itu, kita juga sering kali terbuai oleh kenikmatan dunia yang fana. Ketika kita diberikan nikmat, kita merasa bahwa itu adalah hasil dari usaha kita sendiri, bukan pemberian dari Allah. Padahal, setiap nikmat yang kita terima, sekecil apapun itu, adalah bukti nyata dari rahmat Allah. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

*وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ*

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18)

*Rahmat Allah dalam Setiap Ujian dan Nikmat*

Rahmat Allah tidak hanya hadir dalam bentuk kenikmatan, tetapi juga dalam bentuk ujian. Terkadang, Allah menguji kita dengan kesulitan bukan untuk menyakiti, tetapi untuk mendekatkan kita kepada-Nya. Dalam setiap air mata yang jatuh, dalam setiap cobaan yang kita hadapi, ada rahmat Allah yang terselubung, yang bertujuan untuk membersihkan dosa-dosa kita dan meningkatkan derajat kita di hadapan-Nya. Kita hanya perlu bersabar dan yakin bahwa segala sesuatu yang datang dari Allah pasti membawa kebaikan.

*Menghargai Rahmat Allah: Sebuah Renungan*

Betapa sering kita menerima nikmat Allah tanpa mensyukurinya. Setiap pagi kita bangun dari tidur, menikmati udara segar, dan merasakan kesehatan, tetapi seberapa sering kita merenung dan berterima kasih kepada Allah atas rahmat-Nya yang tiada henti? Allah SWT berfirman:

*وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ*

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu; dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'” (QS. Ibrahim: 7)

Kita perlu merenung sejenak, mengingat bahwa setiap detik hidup kita adalah bukti dari rahmat Allah. Mari kita belajar untuk selalu bersyukur dalam setiap keadaan, baik ketika kita menerima nikmat maupun ketika kita menghadapi ujian, karena dalam setiap peristiwa, Allah selalu menyertakan rahmat-Nya.

*Penutup*

Luasnya rahmat Allah tidak pernah berkurang, bahkan saat kita menjauh dari-Nya. Allah selalu membuka pintu rahmat-Nya bagi siapa saja yang ingin kembali. Jangan biarkan diri kita terlena oleh godaan dunia hingga melupakan betapa besar kasih sayang-Nya. Setiap kali kita merasa lelah dan putus asa, ingatlah bahwa Allah, dengan rahmat-Nya, selalu dekat, menunggu kita untuk kembali dan bersandar kepada-Nya. Allah berfirman:

*وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ*

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-A'raf: 156)

Marilah kita selalu mengingat dan mensyukuri rahmat Allah, karena hanya di bawah naungan rahmat-Nya kita akan menemukan ketenangan dan kebahagiaan sejati.

Oleh : Puji Raharjo