Lampung (Humas) – Sebanyak 16 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2024 pada Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung mengikuti kegiatan Monitoring Aktualisasi dan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas (PKTBT) dalam rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS, Senin (25/8). Kegiatan ini berlangsung di Aula Pepadun Kanwil Kemenag Lampung dan dipandu langsung oleh Widyaiswara Ahli Madya Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Bandar Lampung, Sri Sunarti, bersama tim.
Hadir dalam
kegiatan tersebut Ketua Tim Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur
Kanwil Kemenag Lampung, para mentor, serta para coach yang mendampingi peserta.
Dalam
kesempatan ini, Sri Sunarti menjelaskan, monitoring dilakukan untuk memastikan
pelaksanaan habituasi dan PKTBT berjalan sesuai pedoman yang tertuang dalam
Keputusan Kepala LAN Nomor 580/K.1/PDP.07/2024 tentang Kurikulum Latsar CPNS
serta Keputusan Kepala LAN Nomor 581/K.1/PDP.07/2024 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Latsar CPNS.
“Dalam Latsar
CPNS, aktualisasi dan habituasi menjadi tahapan penting. Aktualisasi adalah
penerapan nilai dasar ASN seperti akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, dan anti-korupsi dalam praktik kerja sehari-hari. Sementara
habituasi adalah proses menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai kebiasaan yang
melekat pada diri ASN,” ujar Sri.
Ia
menambahkan, selain aktualisasi dan habituasi, penguatan kompetensi teknis juga
menjadi perhatian utama. Melalui PKTBT, para CPNS diarahkan untuk memperdalam
keterampilan teknis sesuai jabatan. Misalnya, penyuluh agama memperkuat
kemampuan bimbingan keagamaan, pranata humas mengasah komunikasi publik, dan
analis kepegawaian mendalami manajemen sumber daya manusia.
“Sinergi
antara aktualisasi, habituasi, dan kompetensi teknis akan melahirkan ASN
profesional, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.
Ia berpesan
agar 16 CPNS menjadikan proses aktualisasi dan habituasi bukan sekadar
formalitas, tetapi sebagai pijakan awal dalam membangun karakter ASN. Ia
mendorong para CPNS untuk adaptif, inovatif, serta menghadirkan perubahan
positif di satuan kerja.
“Bawalah
semangat muda, kreativitas, dan ketulusan dalam setiap langkah pengabdian.
Dengan semangat belajar berkelanjutan, kalian akan mampu menjawab tantangan
birokrasi di era digital,” tegasnya.
Sri juga
meminta para mentor mengisi instrumen monitoring yang mencakup kualitas isu,
kegiatan, output, hingga sikap dan perilaku peserta. Instrumen tersebut menjadi
bahan evaluasi Loka Diklat Bandar Lampung untuk menjamin tujuan Latsar tercapai
sesuai kurikulum.
Sementara
itu, Ketua Tim SDM Aparatur Kanwil Kemenag Lampung, Tri Rahayu, menyampaikan
apresiasinya. Menurutnya, monitoring ini menjadi sarana penting untuk
memastikan kualitas generasi ASN baru di lingkungan Kemenag Lampung.
“CPNS formasi
2024 adalah aset penting. Mereka tidak hanya dituntut menguasai keterampilan
teknis, tetapi juga menjaga sikap, etika, dan integritas. Pelayanan publik di
Kemenag erat kaitannya dengan nilai keagamaan, sehingga integritas menjadi
kunci utama,” ungkap Tri.
Dari hasil
monitoring, mentor menilai seluruh peserta mampu mengimplementasikan program
aktualisasi sesuai kebutuhan satuan kerja dengan hasil memuaskan. Para mentor
juga memastikan setiap proyek aktualisasi relevan dengan jabatan dan unit kerja
peserta Latsar.
Dengan adanya dukungan penuh dari mentor dan tim, para CPNS Formasi 2024 diharapkan mampu tumbuh menjadi ASN yang profesional, berintegritas, serta siap membawa semangat baru dalam pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama Lampung.(Anggithya/Rizki)