Lampung (Humas) --- Sebanyak 235 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung mengikuti Sosialisasi Pembekalan Persiapan Masa Pensiun PNS Kementerian Agama Tahun 2026, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung secara hybrid melalui Zoom Meeting dan diikuti ASN secara luring maupun daring.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pembekalan kepada ASN Kementerian Agama yang akan memasuki masa purnabakti, terutama agar mereka memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi perubahan aktivitas setelah tidak lagi menjalankan tugas kedinasan.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin. Dalam sambutannya, Kamaruddin mengatakan bahwa setiap tahun terdapat ribuan ASN Kementerian Agama yang memasuki masa pensiun.
"Setiap tahun itu hampir 3.000, lebih dari 3.000 yang pensiun. Tahun ini ada sekitar 3.200 yang akan pensiun," kata Kamaruddin.
Menurut dia, masa pensiun secara formal menandai berakhirnya amanah kedinasan dari negara. Namun, hal tersebut tidak berarti berakhirnya kesempatan untuk mengabdi dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Memang pensiun itu secara formal kita tidak lagi mendapatkan amanah resmi dari pemerintah, dari negara. Tetapi khidmah atau pengabdian atau terus berbuat kebaikan tentu tidak ada masanya," ujarnya.
Kamaruddin menilai, ASN Kementerian Agama memiliki modal sosial yang kuat untuk tetap berkontribusi setelah pensiun. Selama menjalankan tugas, mereka bersentuhan langsung dengan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.
Ia menyebut banyak ASN Kementerian Agama yang setelah pensiun tetap aktif sebagai pembina majelis taklim, pengurus masjid, tokoh masyarakat, maupun terlibat dalam berbagai organisasi kemasyarakatan.
"Artinya mereka sudah akrab dengan aktivitas-aktivitas sosial keagamaan. Social engagement mereka itu sangat bagus, banyak sekali," kata Kamaruddin.
Karena itu, potensi dan pengalaman yang dimiliki para calon pensiunan perlu terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Kamaruddin juga menekankan pentingnya pembekalan mengenai literasi keuangan bagi ASN menjelang masa pensiun. Menurut dia, kesiapan menghadapi pensiun tidak hanya berkaitan dengan administrasi kepegawaian, tetapi juga pengetahuan dan kemampuan mengelola sumber daya yang dimiliki.
Ia berharap ASN yang memasuki masa purnabakti tidak hanya memiliki bekal finansial, tetapi juga pengetahuan, literasi, dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali aktif di tengah masyarakat.
"Kita tentu ingin agar pegawai-pegawai kita ini begitu pensiun setidaknya ada yang bisa dikapitalisasi nanti saat pensiun. Juga setidaknya punya pengetahuan, punya literasi, punya value," katanya.
Kamaruddin juga mengapresiasi sinergi antara Kementerian Agama dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam memberikan informasi serta pembekalan kepada ASN menjelang masa pensiun. Menurut dia, terdapat sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan, termasuk pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penguatan literasi keuangan.

Dalam kesempatan ini, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Lampung, Yan Maradonna, yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Lampung, mengatakan pembekalan masa pensiun penting agar ASN dapat mempersiapkan diri jauh sebelum memasuki masa purnabakti.
Menurut Yan, masa pensiun sebaiknya tidak dipandang sebagai akhir dari perjalanan pengabdian, melainkan sebagai fase baru yang perlu dipersiapkan dengan matang.
"Yang perlu kita siapkan bukan hanya kapan pensiun, tetapi bagaimana kita menjalani masa setelah pensiun. Karena pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti ketika seseorang tidak lagi menjadi ASN," ujar Yan.
Ia mengatakan, pengalaman selama menjadi ASN Kementerian Agama merupakan modal yang dapat terus dimanfaatkan setelah memasuki masa pensiun. Para purnabakti, kata dia, masih memiliki pengetahuan, pengalaman, jejaring sosial, serta kedekatan dengan masyarakat yang dapat dikembangkan dalam berbagai kegiatan positif.
"Teman-teman yang akan memasuki masa pensiun sudah memiliki pengalaman panjang dalam melayani masyarakat. Pengalaman itu jangan berhenti di kantor. Bisa dibawa dan dimanfaatkan di tengah masyarakat," katanya.
Yan juga berpesan agar ASN yang akan memasuki masa pensiun mulai mempersiapkan tiga hal, yakni kesiapan mental, pengelolaan keuangan, dan rencana aktivitas setelah purnabakti.
"Kita berharap bapak dan ibu tidak menunggu sampai hari pensiun untuk mulai bersiap. Persiapan itu harus dilakukan sejak sekarang, termasuk bagaimana mengelola keuangan dan menentukan kegiatan yang akan dilakukan setelah pensiun," ujarnya.
Menurut dia, masa purnabakti justru dapat menjadi kesempatan bagi ASN untuk memperluas pengabdian dengan cara yang berbeda.
"Pesan kami, pensiun dari kedinasan bukan berarti pensiun dari pengabdian. Tetap sehat, tetap produktif, tetap memberikan manfaat, dan terus menjaga nama baik Kementerian Agama di tengah masyarakat," kata Yan.
Ia berharap pembekalan tersebut dapat memberikan perspektif baru bagi ASN mengenai kehidupan setelah pensiun sekaligus mendorong mereka untuk menyiapkan masa depan secara lebih terencana.
Kegiatan
sosialisasi diikuti ASN dari berbagai satuan kerja Kementerian Agama, termasuk
235 peserta dari lingkungan Kanwil Kemenag Lampung. Melalui pembekalan
tersebut, peserta diharapkan memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai
persiapan menghadapi masa pensiun, baik dari sisi administrasi, sosial, maupun
pengelolaan kehidupan setelah purnabakti. (Humas)