Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain meninjau hari kedua pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Pringsewu di MAN 1 Pringsewu, Selasa (8/9/2026).
Sebanyak 510 siswa mengikuti kompetisi yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026. Zulkarnain menekankan, OMI tidak semestinya berhenti sebagai ajang mencari juara, tetapi harus menjadi ruang untuk menemukan sekaligus menumbuhkan talenta peserta didik.
“OMI harus menjadi ruang tumbuh talenta madrasah. Dari sini kita bisa melihat potensi anak-anak, kemudian memastikan potensi itu tidak berhenti setelah kompetisi, tetapi terus dibina dan dikembangkan,” ujar Zulkarnain.
Menurut dia, hasil kompetisi juga penting untuk membaca kualitas pembelajaran di madrasah. Guru dan kepala madrasah dapat menjadikannya sebagai salah satu bahan evaluasi untuk mengetahui kemampuan siswa sekaligus bagian pembelajaran yang masih perlu diperkuat.
“Kompetisi memberi kita gambaran tentang kemampuan anak-anak. Yang sudah baik kita tingkatkan, yang masih kurang kita perbaiki. Karena tujuan akhirnya bukan sekadar memperoleh medali, melainkan bagaimana kualitas pembelajaran dan prestasi siswa madrasah terus meningkat,” katanya.
Zulkarnain juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan terhadap siswa yang memiliki potensi. Menurut dia, talenta yang ditemukan melalui OMI perlu mendapatkan pendampingan agar mampu berkembang dan bersaing pada jenjang yang lebih tinggi.
Pada hari kedua, kompetisi berlangsung untuk jenjang MTs dengan 187 peserta. Pelaksanaan dibagi menjadi tiga sesi, yakni Matematika pukul 10.00–12.00 WIB, IPA pukul 13.00–15.00 WIB, dan IPS pukul 15.30–17.30 WIB.
Secara keseluruhan, 510 peserta OMI Kabupaten Pringsewu terdiri atas 161 peserta jenjang MI, 187 peserta jenjang MTs, dan 162 peserta jenjang MA.
Dalam peninjauan tersebut, Zulkarnain didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu Khuzil Adwa T.H. Kahurifan, Kasubbag TU Ubaidillah, Kasi Pendidikan Madrasah Syakban, Ketua Tim Kelembagaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Laksmi Holifah, Kepala MAN 1 Pringsewu Sarjono, serta para kepala madrasah.
Zulkarnain berharap OMI tidak hanya melahirkan para pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembinaan talenta madrasah. Potensi yang muncul dari kompetisi harus terus diasah agar siswa madrasah Lampung mampu berprestasi pada tingkat yang lebih tinggi.