Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Akselerasi Tata Kelola Kepegawaian dan Penguatan Karakter Budaya Kerja: Kemenag Lampung Selatan Gelar Sosialisasi SIMPEG dan AGW di MAN 1 Lamsel

Rabu, 05 Agustus 2026 MAN 1 Lampung Selatan Editor: Antonius Jemi
Akselerasi Tata Kelola Kepegawaian dan Penguatan Karakter Budaya Kerja: Kemenag Lampung Selatan Gelar Sosialisasi SIMPEG dan AGW di MAN 1 Lamsel
MAN 1 Lampung Selatan
MAN 1 Lampung Selatan
Foto: Rustam Habibi, S.P.,M.Pd

Lampung Selatan, MAN 1 (Humas) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Selatan terus bergerak aktif merespons tuntutan efisiensi birokrasi dan modernisasi sistem kepegawaian. Bertempat di Aula MAN 1 Lampung Selatan, jajaran Kemenag Lamsel menggelar kegiatan Sosialisasi Implementasi Interkoneksi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) dan Aplikasi Gaji Web (AGW) yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta PPPK di lingkungan MAN 1 Lampung Selatan.

Acara yang berlangsung penuh khidmat ini dibuka secara resmi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kemenag Kabupaten Lampung Selatan, mewakili Kepala Kantor yang di saat bersamaan tengah menghadiri rapat koordinasi nasional via Zoom Meeting terkait pembahasan skema transisi PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu.

Dalam sambutannya, Kasubag TU menegaskan kembali tiga pilar utama program kerja Kemenag Lamsel yang harus dihayati dan diimplementasikan oleh seluruh insan madrasah:

  1. Kedisiplinan: Bukan sekadar menggugurkan kewajiban absensi harian, melainkan cerminan integritas moral ASN. Kedisiplinan waktu, administrasi, dan pelayanan merupakan pondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga keagamaan.

  2. Kebersihan: Lingkungan kerja dan belajar yang bersih menciptakan iklim akademik yang sehat dan kondusif. Kebersihan fisik madrasah merefleksikan kebersihan niat serta tata kelola di dalamnya.

  3. Ekoteologi: Mengintegrasikan pemahaman keagamaan dengan kesadaran lingkungan hidup. Guru dan siswa didorong untuk mengamalkan ajaran agama yang peduli terhadap kelestarian alam dan lingkungan sekitar madrasah.

Tak hanya menyoroti integritas ASN, Kasubag TU juga memberikan penekanan khusus pada peningkatan mutu pendidikan siswa di MAN 1 Lampung Selatan. Beliau mendorong revitalisasi peran perpustakaan sekolah.

"Minat baca siswa harus terus ditumbuhkan melalui modernisasi dan pengelolaan perpustakaan yang lebih dinamis serta responsif terhadap kebutuhan literasi zaman. Selain itu, pembinaan siswa untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional harus dipersiapkan sejak dini secara terstruktur agar MAN 1 Lamsel mampu mengukir prestasi yang membanggakan," tegasnya.

Sesi inti sosialisasi menghadirkan dua narasumber kunci yang mengupas tuntas keterkaitan teknis administrasi kepegawaian.

Sesi I: Kewajiban Guru dan Integrasi Sistem (Kasi Penmad Kemenag Lamsel, Munjahid, S.Pd.I) Materi diawali oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad), Munjahid, S.Pd.I., yang menekankan pentingnya kesadaran guru dalam memenuhi kewajiban administratif berbasis digital. Beliau mengurai keterkaitan langsung antara keaktifan di SIMPEG, keakuratan data di SIMPATIKA, dan kedisiplinan pencatatan kinerja via Absen Pusaka. Ketiga aplikasi ini bukan instrumen yang terpisah, melainkan ekosistem digital terpadu yang memengaruhi pemenuhan hak-hak profesional guru, termasuk pencairan tunjangan dan penilaian kinerja harian.

Sesi II: Interkoneksi Data dan Kenaikan Pangkat (Kaur Kepegawaian Kemenag Lamsel, H. Ahmad Zulfikar, M.Pd) Kepala Urusan Kepegawaian, H. Ahmad Zulfikar, M.Pd., memaparkan secara mendalam mekanisme teknis pengisian SIMPEG dan Aplikasi Gaji Web (AGW). Beliau menggarisbawahi pentingnya pemutakhiran (updating) data secara mandiri oleh setiap ASN. Interkoneksi antara SIMPEG dan AGW memastikan validitas data penggajian dan tunjangan secara akurat dan akuntabel.

Selain itu, Ahmad Zulfikar merinci regulasi terbaru terkait kenaikan pangkat berjenjang. Ia menjelaskan poin-poin kritis yang harus dipenuhi, mulai dari pemenuhan Angka Kredit, Penyusunan SKP (Sasaran Kinerja Pegawai), hingga ketepatan waktu unggah berkas portofolio. ASN diimbau untuk tidak menunda pemutakhiran data agar tidak menemu hambatan dalam pengembangan karir secara berkala.

Dari sudut pandang jurnalistik dan analisis kebijakan publik, kegiatan yang berlangsung di MAN 1 Lampung Selatan ini memiliki beberapa urgensi strategis:

1. Sinergi Kinerja Strategis (Manajemen & Edukasi)

Berita ini memperlihatkan pendekatan holistik dari Kemenag Kabupaten Lampung Selatan. Sosialisasi ini tidak semata-mata membahas urusan teknis birokrasi (aplikasi/gaji), tetapi menyeimbangkannya dengan penguatan nilai moral-edukatif (disiplin, kebersihan, ekoteologi, dan mutu siswa). Ini menunjukkan bahwa ketertiban administrasi ASN muaranya adalah peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi siswa.

2. Transisi Menuju Data-Driven Governance

Pemaparan teknis mengenai SIMPEG, AGW, SIMPATIKA, dan Absen Pusaka mencerminkan komitmen Kemenag dalam menerapkan Data-Driven Governance (tata kelola berbasis data). Integrasi antar-aplikasi menuntut ASN untuk responsif terhadap era digital. Ketidakakuratan data di satu sistem akan berdampak langsung pada sistem lainnya (seperti skema penggajian dan promosi jabatan), sehingga kemandirian ASN dalam mengelola data pribadi menjadi keharusan, bukan pilihan. (Tim Humas)