Tanggamus, MTsN 1 (Humas) —
Siswa-siswi MTsN 1 Tanggamus kembali menunjukkan kepedulian dan solidaritasnya
dengan menggalang dana sumbangan untuk keluarga salah satu orang tua siswa
kelas IX yang baru saja meninggal dunia. Sumbangan ini diberikan dalam bentuk
uang takziah, santunan kematian, serta bantuan uang duka, yang kemudian
diserahkan langsung kepada keluarga yang berduka. Kegiatan ini merupakan bagian
dari program pendidikan karakter yang diterapkan secara berkesinambungan di
madrasah, dengan tujuan untuk melatih siswa-siswi memahami makna empati dan
kepedulian terhadap sesama. Selasa, 15 Oktober 2024.
Waka Kesiswaan MTsN 1 Tanggamus,
Asih Kurniasari, menjelaskan bahwa program sumbangan ini merupakan salah satu
bentuk pengajaran nilai-nilai sosial kepada para siswa. "Kegiatan seperti
ini sangat penting untuk mengajarkan siswa bagaimana mereka dapat ikut
merasakan kesedihan dan beban yang dirasakan oleh orang lain, terutama dalam
situasi duka. Dengan memberikan sumbangan, mereka belajar bahwa kepedulian dan
empati bukan hanya sekedar kata-kata, tapi juga tindakan nyata yang dapat
meringankan beban orang lain," ujar Asih.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan
ini tidak hanya bertujuan untuk membantu keluarga yang berduka, tetapi juga
sebagai sarana pembelajaran bagi siswa-siswi agar lebih peka terhadap keadaan
sekitar. "Kami ingin membentuk karakter siswa yang bukan hanya cerdas
secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Ini adalah
nilai penting yang harus mereka bawa ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di
lingkungan madrasah maupun di masyarakat," tambahnya.
Selain itu, Asih Kurniasari juga
menjelaskan bahwa program seperti ini sejalan dengan visi MTsN 1 Tanggamus yang
berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan
peduli terhadap sesama. "Kami sangat berharap kegiatan ini dapat menjadi
inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial.
Solidaritas dan empati merupakan pilar penting dalam kehidupan bermasyarakat,
dan hal ini harus mulai dibangun sejak usia dini," imbuhnya.
Kepedulian para siswa terhadap
keluarga yang berduka juga mendapatkan apresiasi dari Kepala MTsN 1 Tanggamus,
H. Ramdani. Ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata
bahwa pendidikan di madrasah bukan hanya soal teori, tetapi juga tentang
praktik langsung yang membentuk karakter siswa. "Sumbangan yang diberikan
oleh siswa ini menjadi contoh konkret bagaimana mereka belajar untuk tidak
hanya mengedepankan prestasi, tetapi juga rasa kemanusiaan," jelasnya.
Dengan adanya program ini, madrasah
berharap bisa terus melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan sosial dan
kemanusiaan, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang berempati,
peduli, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial yang kuat. (In/ Mela Basyar)