Lampung (Humas) --- Aktivis Remaja Masjid asal Lampung, Irfan Alfian, terpilih menjadi delegasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung dalam kegiatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Aktivis Remaja Masjid Indonesia (ARMI) 2025 yang diselenggarakan di Jakarta pada 1–3 November 2025.
Kegiatan nasional ini digagas oleh Subdirektorat Kemasjidan,
Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Jenderal
Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama RI. Sebanyak 40 peserta
terpilih dari 34 provinsi
di Indonesia, melalui dua jalur seleksi, yakni seleksi terbuka untuk umum
dan seleksi yang dilakukan oleh
Kanwil Kemenag di seluruh provinsi.
Dalam keterangannya, Irfan Alfian
menyampaikan rasa syukur atas kepercayaannya menjadi delegasi dari Lampung.
“Alhamdulillah, jazakumullah khairan katsiran kepada
Kanwil Kemenag Provinsi Lampung yang telah memberikan kesempatan kepada saya
untuk belajar dan berjejaring dalam Silatnas Aktivis Remaja Masjid Indonesia
2025. Semoga ilmu dan semangat revitalisasi remaja masjid ini dapat saya bawa
dan implementasikan di Lampung,” ujarnya.
Selama
tiga hari pelaksanaan, peserta Silatnas ARMI mengikuti berbagai agenda yang
mencakup pembekalan materi, RunMas 5K,
aksi kreativitas peserta, dan pembacaan Komitmen Kebangsaan.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran remaja masjid sebagai agen perubahan
sosial dan spiritual di tengah masyarakat.
Dalam sesi pembekalan, peserta
menerima lima materi utama dari narasumber lintas profesi mulai dari tokoh TNI,
akademisi, praktisi remaja masjid, hingga pengurus masjid besar tingkat
nasional. Materi bertema “Remaja Masjid Kuat, Mental Sehat” disampaikan oleh Laksma TNI H. Harun Arrasyid,
S.Ag., M.A., M.Tr.Hanla., M.M., yang menekankan pentingnya ketangguhan
mental dan spiritual bagi generasi muda muslim.
Sementara, Nanang Mubarok, membawakan materi “Menjadi Remaja Masjid Tangguh”,
mendorong peserta aktif dalam kegiatan kemasjidan dan pemberdayaan masyarakat.
Sesi lain bertajuk “Produksi Konten Remaja Masjid Gen Z” bersama A. Furqon Kusuma Yudha
menyoroti pentingnya kemampuan digital bagi remaja masjid untuk berdakwah
secara kreatif dan relevan di era media sosial.
Peserta juga mendapat motivasi
kolaboratif bertema “Semangat Sinergi, Menggerakkan Masjid” dari KH. Ahmad Rosyidin Mawardi,
yang menginspirasi mereka untuk memperkuat sinergi dan jejaring antaraktivis
remaja masjid di berbagai daerah.
Selain pembekalan, peserta juga
melakukan kunjungan edukatif ke Masjid
Istiqlal dan Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta. Di Masjid
Istiqlal, mereka mempelajari sejarah dan filosofi masjid terbesar di Asia
Tenggara serta mendengarkan materi bertema “Remaja Berakhlak, Masjid Makmur, Masjid Berdaya
Berdampak” dari Ahmad Sholeh Amin.
Kunjungan dilanjutkan ke Masjid Agung Sunda Kelapa,
tempat peserta mengenal sejarah dan program pembinaan Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA)
yang telah menjadi contoh bagi pemberdayaan remaja masjid di tingkat nasional.
Kegiatan ditutup dengan aksi kreativitas peserta,
sesi curah pendapat,
dan pembacaan Komitmen Kebangsaan
Aktivis Remaja Masjid Indonesia, yang menjadi simbol semangat
dan dedikasi generasi muda dalam memakmurkan masjid serta menjaga persatuan
umat di seluruh Indonesia.
Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi
Lampung, Erwinto,
menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Irfan Alfian sebagai perwakilan
Lampung. Ia menilai, keikutsertaan aktivis muda dalam forum nasional seperti
Silatnas ARMI menjadi bukti nyata regenerasi kepemimpinan di lingkungan masjid.
“Kementerian Agama mendukung penuh
gerakan remaja masjid yang berorientasi pada penguatan karakter, literasi
digital, dan moderasi beragama. Kami berharap Irfan dapat menjadi inspirasi
bagi remaja masjid lainnya di Lampung untuk aktif berkontribusi memakmurkan
rumah ibadah dan memperkuat ukhuwah umat,” ujar Erwinto.
Ia menambahkan, revitalisasi peran remaja masjid merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam mendorong “Kemenag Berdampak”, terutama pada bidang penguatan ekosistem kemasjidan dan pembinaan generasi muda Islam.(Anggithya/Hamdun/Aziz)