Lampung (Humas) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar Lomba Kreasi Seruit Tampah dan Makanan Khas Lampung dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama Tahun 2026, yang berlangsung di Lapangan Tenis kantor setempat, Sabtu (03/01/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung. Lomba diikuti oleh empat bidang dan tim kerja Sekretariat yang ada di Kanwil Kemenag Lampung.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lomba Kreasi Seruit Tampah dan Makanan Khas Lampung merupakan salah satu bentuk nyata kecintaan terhadap budaya daerah yang telah menjadi identitas masyarakat Lampung.
“Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80, kita mengangkat salah satu kearifan lokal Provinsi Lampung, yaitu sambal seruit. Ini adalah kuliner khas yang memiliki nilai budaya dan kebersamaan yang sangat kuat,” ujar Zulkarnain.
Ia mengungkapkan bahwa seruit memiliki kesan tersendiri baginya, bahkan ketika ia bertugas di luar daerah. Menurutnya, cita rasa seruit Lampung memiliki keunikan yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Kita tidak hanya menampilkan makanan khas Lampung sebagai identitas etnis tertentu, tetapi sebagai budaya bersama. Lampung adalah rumah bagi masyarakat yang beragam, baik penduduk asli maupun pendatang, dan semuanya telah menyatu dalam semangat Sang Bumi Ruwa Jurai,” katanya.
Zulkarnain menekankan pentingnya menggali dan melestarikan potensi budaya daerah, termasuk kuliner tradisional, agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Terkait penilaian lomba, Zulkarnain menyampaikan bahwa cita rasa merupakan hal yang bersifat subjektif. Oleh karena itu, penilaian dilakukan oleh lebih dari satu juri agar hasilnya objektif dan akumulatif.
“Yang terpenting dari lomba ini bukan semata-mata menang atau kalah, tetapi sportivitas, kebersamaan, dan rasa cinta kita terhadap Kementerian Agama serta budaya Lampung,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Lampung, Ny. Siti Aisyah Zulkarnain, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi DWP untuk berperan aktif dalam mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat silaturahmi keluarga besar Kanwil Kemenag Lampung.
“Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya Lampung, khususnya kuliner tradisional, sekaligus memperkuat kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung,” ujar Siti Aisyah.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan DWP dalam rangkaian HAB Ke-80 ini merupakan wujud dukungan terhadap program Kementerian Agama yang menjunjung nilai kebersamaan, moderasi, dan harmoni sosial.
Sementara itu, Wakil Ketua DWP Kanwil Kemenag Lampung, Ny. Aprianti Marwansyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal Lampung sekaligus memperkuat solidaritas dan kekompakan pegawai dalam suasana peringatan Hari Amal Bakti.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menampilkan kekayaan kuliner khas Lampung sekaligus membangun kebersamaan, kreativitas, dan kekompakan seluruh pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung,” ujar Aprianti.
Ia menjelaskan, tim juri berasal dari DWP Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, dengan kriteria penilaian meliputi kreativitas penyajian, cita rasa, kebersihan, penampilan, serta kekompakan tim. Seluruh aspek tersebut dinilai secara menyeluruh oleh dewan juri untuk menentukan peserta terbaik.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memeriahkan peringatan HAB Ke-80 Kementerian Agama, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal Lampung.(Anggithya/Aziz/Rizki)