Lampung, Kanwil Kemenag (Humas) — Dampak abu vulkanik yang berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau mendorong Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, mengambil langkah antisipasi dengan membagikan 1.000 masker kepada masyarakat.
Pembagian masker dilakukan di sekitar Jalan Cut Mutia, Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, tepatnya di sekitar Kantor Wilayah Kemenag Lampung. Kegiatan tersebut menyasar masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Lampung, Yan Maradona, memimpin langsung kegiatan pembagian masker tersebut. Ia didampingi Kepala Bidang Penais Zawa Makmur, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Herry Setiawan, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kanwil Kemenag Lampung.
Yan mengatakan, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat jajaran Kanwil Kemenag Lampung terhadap kondisi lingkungan akibat sebaran abu vulkanik.
"Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya mereka yang beraktivitas dan melintas di sekitar kawasan ini. Kami ingin mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik," ujar Yan.
Menurut Kabag Tata Usaha, penggunaan masker penting sebagai salah satu upaya perlindungan diri, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan. Ia juga mengimbau masyarakat mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Kami mengajak masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada. Jika kondisi mengharuskan beraktivitas di luar rumah, gunakan masker dan lakukan langkah-langkah perlindungan diri yang diperlukan," katanya.
Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan ketika terjadi perubahan kualitas udara akibat aktivitas vulkanik.
Kanwil Kemenag Lampung berharap pembagian masker tersebut dapat membantu masyarakat yang melintas serta mendorong kepedulian bersama dalam menghadapi dampak abu vulkanik.