Lampung (Humas) --- Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Lampung melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Erwinto, pada Senin (14/7/2025). Pertemuan tersebut membahas rencana pengukuhan pengurus baru sekaligus konsolidasi organisasi profesi penghulu di wilayah Lampung.
Audiensi
yang berlangsung di ruang kerja Plt Kakanwil ini dipimpin oleh Ketua PW APRI
Lampung periode 2025–2029, Sulaiman. Ia menyampaikan bahwa kepengurusan baru PW
APRI Lampung telah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat APRI
Nomor: 034/SK.PP/III/2025. Pengukuhan pengurus dijadwalkan berlangsung pada
Rabu, 16 Juli 2025, di Soeltan Luxe Hotel Lampung.
“Kehadiran
kami untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan agenda pengukuhan. Kami juga
berharap Kakanwil dapat hadir langsung dalam kegiatan tersebut,” ujar Sulaiman.
Ia
menambahkan, APRI Lampung berkomitmen menjadi rumah besar bagi para penghulu,
tidak hanya dalam aspek administratif, melainkan juga sebagai wadah peningkatan
profesionalisme, integritas, dan advokasi pelayanan keagamaan di era modern.
“Program
kerja kami akan diarahkan pada pelatihan kompetensi, penguatan kode etik, serta
kolaborasi lintas sektor. Kami ingin APRI hadir untuk menjawab tantangan zaman
dan menjadi mitra strategis Kementerian Agama,” katanya.
Plt
Kakanwil Kemenag Lampung, Erwinto, menyambut baik terbentuknya kepengurusan
baru PW APRI Lampung. Ia menilai eksistensi APRI sangat penting dalam menjaga
marwah profesi penghulu sebagai garda depan pelayanan keagamaan di masyarakat.
“APRI adalah organisasi profesi yang diakui secara hukum melalui PMA Nomor 7 Tahun 2020. Penghulu merupakan wajah Kemenag, sehingga perlu ditingkatkan kapasitas, integritas, dan kepedulian sosialnya,” kata Erwinto.
Ia
menegaskan bahwa penghulu tidak hanya menjalankan tugas administratif
pencatatan pernikahan, tetapi juga berperan sebagai pembina umat dan agen
moderasi beragama. Karena itu, ia berharap APRI bisa menjadi contoh organisasi
profesi yang aktif, adaptif, dan inovatif.
“Jadikan
profesi penghulu sebagai kebanggaan dan kekuatan dalam membina keluarga
Indonesia yang sakinah, mawaddah, warahmah,” tuturnya.
Kepala
Bidang Urusan Agama Islam (Urais), Yulizar Andri, turut memberikan apresiasi
atas inisiatif audiensi yang dilakukan PW APRI Lampung. Menurutnya, langkah ini
menunjukkan komitmen penghulu dalam memperkuat soliditas dan integritas
profesi.
“Peran
penghulu kini semakin kompleks. Mereka harus memahami hukum Islam, mampu
berkomunikasi sosial, menguasai teknologi, dan menjadi teladan dalam moderasi
beragama,” ujar Yulizar. Ia menambahkan bahwa sinergi antara APRI dan Bidang
Urais sangat diperlukan, khususnya dalam penyusunan modul pelatihan dan
penguatan kapasitas berkelanjutan.
Sementara
itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Lampung, Marwansyah, menyoroti
pentingnya aspek tata kelola organisasi profesi. Ia menekankan bahwa APRI harus
dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Organisasi
profesi harus tertib, terencana, dan terdokumentasi. Rencana kerja tahunan dan
laporan kegiatan harus jelas, berdampak, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar
Marwansyah.
Ia juga mendorong agar PW APRI membangun jejaring kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan lembaga sosial keagamaan guna memperkuat eksistensi kelembagaan dan profesionalisme penghulu di era digital.(Anggithya/Aditya)