Lampung (Humas) --- Racana Raden Imba Kesuma Ratu dan Putri Sinar Alam Pramuka Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), yang dipimpin oleh Pembina Putri Ritawati dan Sukmawati, melaksanakan audiensi ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, pada Senin (20/1) di Ruang Kerja Kepala Kanwil Kemenag Lampung.
Audiensi ini disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Lampung, Puji Raharjo, didampingi oleh Kepala Bidang
Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI) Karwito, Kepala Bidang
Pendidikan Madrasah (Penmad) Ahmad Rifa’i, dan Ketua Tim Guru dan Tenaga
Kependidikan Bidang Penmad, Roswildan.
Dalam audiensi tersebut, Ritawati menyampaikan maksud dan tujuan
kegiatan Perkemahan Songsong Ramadhan (PSR) Tahun 1446 H/2025 M yang akan
dilaksanakan pada 17 hingga 21 Februari 2025. Kegiatan yang telah memasuki
tahun ke-34 ini, mencakup dua bagian, yakni untuk siswa SMA/SMK/MA se-Provinsi
Lampung dan untuk Perguruan Tinggi Keagamaan serta Umum se-Indonesia.
"Pada PSR nanti akan ada berbagai lomba seperti Peraturan
Baris Berbaris (PBB), Lomba Lintas Alam, Lomba Cerdas Tangkas (LCT) Pramuka,
Lomba Kaligrafi, dan lainnya. Selain itu, ada kegiatan bakti sosial dan rumah
ibadah, serta pemaparan materi terkait dengan Pramuka Pelopor Perdamaian
Global," jelas Ritawati.
Lebih lanjut, Ritawati menambahkan bahwa PSR untuk Perguruan
Tinggi Keagamaan dan Umum akan diadakan di Pulau Legundi, Pesawaran. Hal ini bertujuan
untuk meningkatkan pendidikan dan pemahaman keagamaan di kawasan tersebut,
dengan tema besar terkait Perdamaian Global dan Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (SDGs).
Ia berharap, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung dapat mengikutsertakan peserta didik yang ada di bawah binaannya, serta memberikan bantuan berupa Al-Qur’an, Iqra, dan dukungan lainnya untuk kelancaran acara ini.
Menanggapi hal tersebut, Puji Raharjo menyambut baik inisiatif dan
semangat yang ditunjukkan oleh Racana Raden Imba Kesuma Ratu dan Putri Sinar
Alam Pramuka Universitas Raden Intan Lampung dalam menyelenggarakan PSR. Ia
mengapresiasi bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan
kemampuan pramuka, tetapi juga membangun karakter kebangsaan dan religiusitas melalui
kepramukaan.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini, termasuk
mengikutsertakan peserta didik dari madrasah dan pondok pesantren yang ada di
bawah binaan kami. Kami juga akan berupaya memberikan bantuan berupa Al-Qur’an,
Iqra, dan kontribusi lainnya," kata Puji Raharjo.
Terkait dengan isu perdamaian global (global peace), Puji Raharjo
mengusulkan agar kegiatan PSR memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk
menyebarluaskan nilai-nilai perdamaian. Ia berharap, media sosial dapat menjadi
alat yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya
perdamaian dan tujuan pembangunan berkelanjutan.
"PSR dengan isu global peace sebaiknya dilaksanakan dalam
tiga tahap yaitu pra-kegiatan, kegiatan, dan pasca-kegiatan, dengan melibatkan
lebih banyak pihak agar acara ini dapat memberikan dampak yang lebih
luas," tambahnya.
Puji Raharjo juga menegaskan bahwa kegiatan PSR di Pulau Legundi
akan menjadi kesempatan bagi mahasiswa dari perguruan tinggi keagamaan dan umum
untuk berkontribusi dalam mengembangkan pendidikan dan nilai-nilai religius di
masyarakat. Tema besar mengenai Perdamaian Global dan SDGs sangat relevan dengan
tantangan zaman saat ini, dimana mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan
dalam mewujudkan perdamaian dunia.
"Kegiatan ini sangat penting untuk mendidik generasi muda
yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan religius
yang tinggi. Kami berharap PSR dapat memberi dampak positif bagi masyarakat
Pulau Legundi dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya," tuturnya.
Puji Raharjo juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda
dalam membangun kesadaran global dan berkontribusi dalam mencapai tujuan
pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan seperti PSR dapat menjadi
sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan
kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan di kalangan para peserta.
"Saya berharap PSR tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun komunikasi, interaksi, dan kolaborasi antar-generasi serta antar komunitas yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa para peserta tidak hanya pulang dengan pengalaman, tetapi juga membawa semangat untuk berbagi kebaikan di lingkungan masing-masing," lanjut Puji Raharjo.
Selain itu, Puji Raharjo juga mengingatkan pentingnya kerjasama
antara pihak-pihak terkait, baik itu instansi pemerintah, lembaga pendidikan,
dan masyarakat, untuk mewujudkan kegiatan PSR yang sukses dan bermanfaat.
Kemenag Lampung berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif yang dapat
memperkuat karakter bangsa dan menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia
dan peduli terhadap masa depan dunia.
"Semoga PSR tahun ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar, tidak hanya untuk peserta, tetapi juga untuk masyarakat sekitar, khususnya di Pulau Legundi," pungkas Puji Raharjo.(Anggithya/Rizki Mubarak)