Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Baznas Lampung Gelar Sosialisasi IZN, Erwinto: Kolaborasi Lintas Lembaga Wujudkan Pengelolaan Zakat Modern

Selasa, 28 Oktober 2025 Anggithya
Baznas Lampung Gelar Sosialisasi IZN, Erwinto: Kolaborasi Lintas Lembaga Wujudkan Pengelolaan Zakat Modern
Anggithya
Anggithya

Lampung (Humas) --- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung menyelenggarakan Sosialisasi Pengisian Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Pengendalian Internal dan Audit Internal Baznas Se-Provinsi Lampung, Selasa (28/10/2025) di Room Emerald Emersia Hotel & Resort Bandar Lampung.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan dihadiri Koordinator Jabatan Fungsional Audit Baznas Republik Indonesia Iwan Ginda Harahap, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL-Baznas Republik Indonesia, Muhamad Hasbi Zainal, Forkopimda, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Lampung Erwinto, Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Bappenas Rossy Wediawati, Ketua Baznas Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain, dan tamu undangan lainnya.


Dalam laporannya, Ketua Baznas Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman pengelola Baznas daerah dalam pengisian Indeks Zakat Nasional (IZN) sekaligus memperkuat mekanisme pengendalian dan audit internal di lingkungan Baznas se-Provinsi Lampung.

“IZN menjadi instrumen penting untuk mengukur sejauh mana lembaga zakat di daerah telah berkontribusi terhadap pembangunan sosial-ekonomi. Dengan pengendalian dan audit internal yang baik, kita bisa memastikan setiap rupiah zakat sampai kepada yang berhak,” jelas Iskandar.

Ia juga berharap melalui kegiatan ini, Indeks Zakat Nasional di Provinsi Lampung dapat meningkat, lebih dipercaya, dan akuntabel. “Kami berharap peserta aktif mengikuti seluruh sesi agar hasilnya dapat diimplementasikan dengan baik di daerah masing-masing,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Baznas merupakan simbol legitimasi pemerintah dalam tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Baznas bukan hanya lembaga keagamaan, tetapi juga representasi kehadiran negara dalam memastikan pengelolaan zakat dilakukan secara tertib, amanah, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi data zakat melalui Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai instrumen evaluasi kinerja dan dampak zakat terhadap kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, peningkatan nilai IZN di Lampung akan sejalan dengan penguatan ekonomi umat dan pencapaian target pembangunan daerah berbasis keadilan sosial.

“Oleh karena itu, Saya mengajak semua pihak, terutama jajaran Baznas Se-Provinsi Lampung, untuk terus memperkuat kolaborasi, berinovasi dalam penghimpunan zakat dan memperluas jangkauan program-program pemberdayaan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ajaknya.

“Selain itu, Saya juga juga berharap para peserta pelatihan dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh. Ilmu yang didapatkan hari ini akan sangat berguna untuk meningkatkan pengelolaan zakat di daerah masing-masing. Semakin baik pengelolaannya, semakin banyak manfaat yang akan diterima oleh umat,” tandasnya.


Sementara itu, Plt. Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung Erwinto usai menghadiri kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Baznas dalam mendorong tata kelola zakat yang semakin baik. Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci dalam membangun sistem zakat yang modern dan berdaya saing.

“Kementerian Agama berkomitmen mendukung penguatan sistem zakat nasional melalui kolaborasi lintas lembaga. Zakat harus dikelola secara profesional dan akuntabel agar semakin dipercaya oleh masyarakat,” ujar Erwinto.

Ia menjelaskan bahwa penguatan audit internal dan mekanisme pengendalian di lingkungan Baznas merupakan langkah penting untuk membangun pengelolaan zakat yang transparan, terukur, dan efisien. Menurutnya, zakat bukan hanya instrumen keagamaan, tetapi juga bagian dari pembangunan sosial-ekonomi yang perlu ditangani dengan prinsip tata kelola modern.

“Audit internal dan pengendalian bukan semata soal kepatuhan, tetapi bagian dari manajemen mutu. Kolaborasi ini akan memastikan setiap rupiah zakat tersalurkan dengan tepat, efektif, dan memberi dampak bagi kesejahteraan umat,” jelasnya.

Erwinto juga menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi IZN ini berperan penting dalam memperkuat kapasitas lembaga zakat di daerah. Melalui pemahaman yang baik terhadap Indeks Zakat Nasional, para pengelola Baznas diharapkan mampu mengukur kontribusi zakat terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

“IZN menjadi alat ukur yang sangat strategis. Dengan data yang valid dan terintegrasi, kita bisa melihat sejauh mana zakat berkontribusi pada pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat,” tambahnya.(Anggithya/Kevin/Baihaqi)