Lampung Selatan, MTsN 1 (Humas) – Memasuki pekan-pekan awal tahun ajaran baru, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lampung Selatan resmi menggulirkan program Latihan Wajib Rutin Kepramukaan. Kegiatan ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Pembukaan yang digelar di lapangan utama madrasah pada Sabtu, 25 Juli 2026, mulai pukul 12.30 hingga 14.30 WIB.
Ratusan siswa berseragam Pramuka lengkap tampak memadati lapangan. Bertindak sebagai Pembina Apel adalah Wakil Kepala (Waka) Bidang Humas, Kakak Vandri Juniardi, S.Si., yang hadir mewakili Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) untuk membuka secara resmi jalannya kegiatan Gugus Depan 01.115 - 01.116 Pangkalan MTsN 1 Lampung Selatan. Pada latihan perdana ini, panitia merancang agenda yang berbeda untuk setiap tingkatan kelas guna memastikan materi tersampaikan dengan efektif:
· Fokus Kelas VII: Kegiatan difokuskan pada masa orientasi dan pengenalan struktural Pramuka di madrasah. Peserta didik baru dikenalkan dengan Profil Gudep, Kamabigus, Ketua Gudep, jajaran Pembina dan Pelatih (Putra/Putri), serta penyampaian jadwal latihan rutin.
· Fokus Kelas VIII dan IX: Bagi kakak tingkat, latihan difokuskan pada pemantapan materi lanjutan pasca-kenaikan tingkat Penggalang (Ramu dan Rakit).
· Latihan PBB Dasar: Seluruh peserta juga langsung menerima materi dasar kedisiplinan berupa Praktik Baris-Berbaris (PBB) yang diintegrasikan melalui seremonial Apel Kepramukaan.
Pihak madrasah telah menyosialisasikan kepada seluruh wali murid bahwa kewajiban mengikuti ekstrakurikuler Pramuka ini merujuk pada amanat Undang-Undang No. 12 Tahun 2010 dan Permendikbud No. 63 Tahun 2014. Terdapat tujuan strategis di balik kebijakan ini:
1. Pembentukan Karakter: Usia SMP/MTs adalah masa pubertas dan pencarian jati diri. Pramuka hadir untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian.
2. Keseimbangan Keterampilan: Jika di kelas anak belajar teori (kognitif), maka di Pramuka mereka belajar praktik nyata (afektif dan psikomotorik) seperti survival, mendirikan tenda, dan pertolongan pertama.
3. Pencegahan Kenakalan Remaja: Rutinitas yang positif dan terstruktur akan menjauhkan peserta didik dari bahaya narkoba, tawuran, dan pergaulan bebas.
4. Wawasan Kebangsaan: Menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara sejak dini.
MTsN 1 Lampung Selatan memiliki keunikan dengan menyinergikan Pramuka dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Pramuka dinilai memiliki "frekuensi yang sama" dan menjadi laboratorium hidup untuk mempraktikkan Panca Cinta:
· Cinta Diri: Dilatih melalui kemandirian fisik dan kedisiplinan (Dasa Dharma).
· Cinta Sesama: Diwujudkan lewat kerja tim regu dan semangat tolong-menolong.
· Cinta Lingkungan: Sesuai dengan Dasa Dharma ke-2, diwujudkan melalui aksi bersih-bersih dan menjaga kelestarian alam saat berkemah.
· Cinta Bangsa: Ditanamkan melalui upacara bendera dan kedisiplinan baris-berbaris.
· Cinta Tuhan: Mengakar pada Dasa Dharma ke-1, dipraktikkan lewat doa bersama dan penjagaan akhlak mulia.
Mewakili Kamabigus saat memimpin Apel Pembukaan, Kak Vandri Juniardi, S.Si., menekankan pentingnya wadah ini bagi perkembangan siswa. "Hari ini kita resmi memulai latihan wajib kepramukaan. Pramuka adalah laboratorium nyata dari nilai-nilai Panca Cinta yang selalu kita gaungkan. Di lapangan inilah kalian mempraktikkan teori kebaikan yang dipelajari di dalam kelas. Ikuti kegiatan ini dengan riang gembira, disiplin, dan jadikan regu kalian sebagai keluarga yang solid," pesan Kak Vandri di hadapan peserta apel.
Langkah penguatan karakter ini dikawal penuh oleh Kepala MTsN 1 Lampung Selatan, Rahmi Zulyana, S.Ag., M.Pd.I. Beliau menyoroti peran krusial Pramuka dalam mencetak generasi penerus yang tangguh. "Sekolah mewajibkan Pramuka karena tujuannya sangat sejalan dengan tujuan pendidikan nasional kita, yakni membentuk manusia yang berkarakter utuh. Kami ingin anak-anak MTsN 1 Lampung Selatan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan zaman. Melalui kegiatan positif di kepramukaan ini, kita bersama-sama membentengi mereka dari pengaruh buruk pergaulan bebas dan membentuk mereka menjadi generasi mandiri yang mencintai Tuhan, bangsa, dan sesamanya," tegas Rahmi Zulyana. (Andri)