Way Kanan, MTsN 2 (Humas), 25 Juli 2026 – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Way Kanan terus berkomitmen dalam membina karakter spiritual para siswanya. Salah satu langkah nyata yang konsisten dilakukan adalah penyelenggaraan kegiatan salat dhuha berjamaah setiap hari Sabtu pagi. Kegiatan yang dipusatkan di halaman utama madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf tata usaha dengan penuh khidmat sebelum memulai aktivitas pembelajaran harian.
Pelaksanaan salat dhuha bersama ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan beribadah sejak dini dan memperkuat benteng moral para peserta didik. Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa telah bersiap membentangkan sajadah dan membentuk shaf yang rapi. Suasana religius tampak begitu kental saat gema takbir dan lantunan doa bersama mengudara di lingkungan madrasah, menciptakan ketenangan bagi seluruh warga sekolah.
Kepala MTsN 2 Way Kanan menyampaikan bahwa program keagamaan ini merupakan bagian integral dari kurikulum pembentukan akhlak mulia di madrasah. "Kami ingin membiasakan para siswa untuk tidak hanya unggul dalam bidang akademis, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kokoh. Salat dhuha setiap Sabtu pagi ini diharapkan menjadi sarana pembiasaan diri agar mereka terbiasa meluangkan waktu untuk beribadah di tengah kesibukan harian," ujarnya saat ditemui usai kegiatan.
Selain pelaksanaan salat dhuha, kegiatan pagi tersebut dilanjutkan dengan pembacaan surah-surah pendek Al-Qur'an dan ceramah singkat yang dibawakan secara bergantian oleh para siswa. Metode ini sengaja dirancang untuk melatih keberanian serta kemampuan melafalkan ajaran Islam di depan umum. Melalui momentum ini, madrasah tidak hanya mengajarkan tata cara beribadah, melainkan juga mengasah potensi kepemimpinan dan rasa percaya diri para peserta didik.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para siswa yang merasa kegiatan rutin ini memberikan dampak positif bagi ketenangan jiwa dan fokus belajar mereka. Dengan adanya pembiasaan yang konsisten ini, pihak madrasah berharap nilai-nilai religiusitas dapat terus melekat dalam diri siswa, baik saat berada di lingkungan sekolah maupun di kehidupan bermasyarakat kelak.(Eko)