Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Dari Istiqlal ke Katedral: Kemenag dan FKUB Lampung Gaungkan Pesan Damai di Hari Pertama Silatnas FKUB 2025

Rabu, 06 Agustus 2025 Humas Kanwil
Dari Istiqlal ke Katedral: Kemenag dan FKUB Lampung Gaungkan Pesan Damai di Hari Pertama Silatnas FKUB 2025
Humas Kanwil
Humas Kanwil

Jakarta, Humas Kanwil Kemenag Lampung — Dalam langkah yang sarat makna spiritual dan kebangsaan, para tokoh lintas agama dari seluruh Indonesia hadir dalam Silaturahmi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (Silatnas FKUB) dan Lembaga Keagamaan Tahun 2025 dengan menyusuri Terowongan Silaturahim, penghubung antara dua simbol toleransi Indonesia: Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 350 peserta, termasuk seluruh Ketua dan pengurus FKUB provinsi se-Indonesia, para Kepala Kanwil Kementerian Agama, Ketua Tim Kerja KUB, serta pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama RI. Dari Lampung, hadir Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Erwinto, Ketua Tim Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil, Alifah, serta Ketua FKUB Provinsi Lampung bersama tiga pengurus lainnya, yang mengikuti rangkaian kegiatan penuh makna ini.

Setibanya di Gereja Katedral, rombongan disambut oleh Susyana Suwadie dari Keuskupan Agung Jakarta yang menjelaskan sejarah panjang gereja yang dibangun sejak 1891 dan diresmikan pada 1901. Lokasinya yang berdampingan dengan Masjid Istiqlal mencerminkan identitas keindonesiaan yang penuh harmoni. Usai kunjungan, para peserta kembali ke Masjid Istiqlal dan diterima oleh Imam Besar sekaligus Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang memberikan pesan kuat dan reflektif tentang urgensi membumikan kerukunan.

 “Saya ingin mengingatkan bahwa tidak ada satu pun ajaran agama yang membenarkan kekerasan atas nama Tuhan. Ketika masih ada rumah ibadah yang dibubarkan, itu artinya kita masih belum selesai dalam mendewasakan diri sebagai bangsa. Kita terlalu sering berbicara atas nama agama, tetapi lupa menampilkan wajah rahmatnya,” ucap Menteri Agama dengan nada tegas namun penuh empati.

Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, ia juga menyampaikan bahwa terowongan yang dilewati para peserta bukan hanya simbol arsitektur toleransi, melainkan juga metafora perjalanan batin menuju persaudaraan sejati.  “Saya berharap FKUB tidak hanya aktif saat ada konflik, tapi menjadi pelopor pendidikan harmoni di masyarakat. Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral ini adalah lambang yang nyata: kita bisa berbeda secara keyakinan, tapi tetap berdampingan dalam kasih dan kemanusiaan,” tambah Nasaruddin.

Ia juga menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menyuarakan nilai-nilai keadaban dan mendorong dialog lintas iman. Kementerian Agama, katanya, akan memperkuat kurikulum moderasi beragama tidak hanya di lembaga pendidikan, tetapi juga dalam pembinaan masyarakat luas dan ASN. “Mari kita jadikan rumah ibadah sebagai tempat yang memeluk semua umat, bukan menolak. Kita harus ajarkan kepada generasi muda bahwa iman yang matang adalah iman yang membuat seseorang semakin terbuka, bukan semakin membenci,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Kakanwil Kemenag Lampung Erwinto menyampaikan bahwa partisipasi Lampung dalam Silatnas ini adalah bentuk nyata dari komitmen daerah dalam merawat persaudaraan antarumat. “Kami membawa semangat damai dari Lampung. Bahwa hidup rukun adalah kekayaan bangsa, bukan sekadar wacana. Kita ingin membangun ruang-ruang toleransi yang hidup: di madrasah, di media sosial, di kantor KUA, hingga di rumah-rumah ibadah. Semua harus menjadi benteng harmoni,” ujarnya.

Silatnas FKUB 2025 akan berlangsung hingga 7 Agustus 2025 di Hotel Atria Gading Serpong. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menguatkan jejaring kerukunan nasional dan merumuskan kebijakan berbasis nilai cinta, persaudaraan, dan tanggung jawab moral, demi menyongsong Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan beradab.