Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Dari Masjid Hingga Ruang Kajian, MABIT MTsN 1 Lampung Barat Cetak Generasi Islami Dan Berwawasan

Sabtu, 23 Mei 2026 MTsN 1 Lampung Barat Editor: Anggithya
Dari Masjid Hingga Ruang Kajian, MABIT MTsN 1 Lampung Barat Cetak Generasi Islami Dan Berwawasan
MTsN 1 Lampung Barat
MTsN 1 Lampung Barat
Foto: Betrik Susanto

Lampung Barat, MTsN 1 (Humas) - - Suasana berbeda tampak menyelimuti lingkungan MTsN 1 Lampung Barat pada Jumat sore. Puluhan peserta didik kelas unggulan tampak memadati area madrasah dengan membawa perlengkapan bermalam. Mereka bukan sekadar mengikuti kegiatan menginap biasa, melainkan menjalani rangkaian Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT), program unggulan madrasah yang secara konsisten dilaksanakan dua kali dalam setiap semester sebagai sarana pembinaan karakter, penguatan spiritualitas, dan pengembangan wawasan peserta didik. Sabtu 23/05/2026.

Sebanyak 93 peserta didik yang berasal dari kelas VII A, VIII A, dan IX A mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Kehadiran mereka menjadi bukti tingginya semangat generasi muda untuk terus belajar, bertumbuh, dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah derasnya arus perkembangan zaman.

Kegiatan MABIT dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 1 Lampung Barat Desi Arisandi.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa MABIT bukan sekedar agenda rutin madrasah, melainkan ruang pembentukan karakter yang dirancang untuk melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berwawasan luas, serta memiliki ketahanan moral yang kuat.

Di hadapan seluruh peserta, Desi mengungkapkan bahwa pelaksanaan MABIT kali ini memiliki nuansa yang berbeda. Pasalnya, kegiatan tersebut menjadi MABIT terakhir bagi peserta didik kelas IX A sebelum mereka menuntaskan pendidikan di tingkat madrasah tsanawiyah dan melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Malam ini menjadi malam yang istimewa, khususnya bagi peserta didik kelas IX A. Ini adalah MABIT terakhir mereka bersama keluarga besar MTsN 1 Lampung Barat sebelum melanjutkan perjalanan pendidikan ke tingkat berikutnya," ungkapnya.

Pernyataan tersebut disambut haru oleh para peserta. Bagi siswa kelas IX A, MABIT bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi salah satu momen kebersamaan yang akan tersimpan dalam perjalanan pendidikan mereka di madrasah.

Desi juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Ia berharap setiap materi, nasihat, dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan berlangsung dapat menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, ia turut menyoroti pentingnya literasi digital di kalangan remaja. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu pesat harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

"Media sosial dapat menjadi sarana belajar dan pengembangan diri apabila digunakan secara bijak. Sebaliknya, jika tidak dikendalikan, media sosial dapat membawa dampak negatif bagi masa depan generasi muda," pesannya.

Malam pembinaan tersebut semakin menarik dengan hadirnya narasumber muda yang dikenal energik dan inspiratif Ns. Edis Mari Eko. Kehadirannya disambut antusias oleh para peserta yang memenuhi ruang kegiatan dengan penuh perhatian.

Dalam sesi utama, Edis membawakan materi bertajuk Memandang Islam dari Sisi Kesehatan. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan remaja, ia berhasil menghadirkan suasana diskusi yang hidup dan interaktif.

Menurut Edis, Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan kesehatan manusia. Ajaran Islam tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, tetapi juga memberikan pedoman tentang pentingnya menjaga tubuh, pikiran, dan lingkungan.

Ia kemudian mengajak para peserta untuk lebih selektif dalam memilih tontonan yang dikonsumsi melalui telepon genggam maupun berbagai platform digital yang kini begitu mudah diakses.

Dalam paparannya, Edis menyoroti berbagai fenomena sosial yang banyak terjadi di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa paparan konten negatif, termasuk pornografi, dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang hingga berujung pada berbagai tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

"Banyak persoalan sosial yang berawal dari kebiasaan mengonsumsi konten yang tidak layak. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk memiliki kemampuan menyaring informasi dan memilih tontonan yang bermanfaat," ujarnya.

Selain membahas kesehatan mental dan sosial, Edis juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik sejak usia dini. Ia mengingatkan peserta bahwa berbagai penyakit kronis kini tidak lagi hanya menyerang kelompok usia lanjut.

Sebagai tenaga kesehatan, ia menjelaskan bahwa tren penyakit tidak menular terus meningkat, bahkan pada kalangan usia muda. Salah satu yang menjadi perhatian adalah meningkatnya kasus gangguan ginjal yang berujung pada tindakan hemodialisis atau cuci darah.

Menurutnya, pola makan yang tidak sehat, konsumsi makanan instan secara berlebihan, serta minimnya aktivitas fisik menjadi faktor yang perlu diwaspadai oleh generasi muda saat ini.

"Penyakit tidak mengenal usia. Menjaga kesehatan harus dimulai dari sekarang melalui pola makan yang baik, aktivitas fisik yang cukup, serta kebiasaan hidup sehat," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Program Kelas Unggulan, Erya Sujannah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Ia menilai keberhasilan MABIT merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh stakeholder madrasah.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kepala Madrasah, Kepala Urusan Tata Usaha, para pendamping, panitia, peserta, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program pembinaan tersebut.

Erya menjelaskan bahwa MABIT dirancang bukan hanya sebagai kegiatan bermalam di madrasah. Lebih dari itu, program tersebut menjadi sarana pembiasaan ibadah, penguatan karakter, serta peningkatan wawasan peserta didik melalui berbagai kegiatan edukatif dan keagamaan.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB. Setibanya di madrasah, peserta langsung mengikuti tadarus Al-Qur'an bersama di Masjid Nurul Ilmi sebelum melaksanakan salat Magrib berjamaah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kajian keagamaan, pembinaan karakter, salat Isya berjamaah, hingga sesi materi utama bersama narasumber. Menjelang pukul 21.45 WIB, peserta beristirahat sebelum kembali bangun pada dini hari untuk melaksanakan salat malam dan tadarus Al-Qur'an menjelang Subuh.

Memasuki Sabtu pagi, semangat peserta tetap terlihat. Setelah melaksanakan salat Subuh berjamaah dan mengikuti rangkaian ibadah pagi, mereka mengikuti senam bersama sebelum kembali menjalani kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Melalui program MABIT yang dilaksanakan secara berkelanjutan, MTsN 1 Lampung Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, spiritualitas yang kokoh, kesadaran hidup sehat, serta kemampuan menghadapi tantangan era digital dengan bijaksana. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, MABIT hadir sebagai ruang pembinaan yang mempertemukan iman, ilmu, dan pembentukan akhlak dalam satu pengalaman yang bermakna. (Betrik).