Way Kanan, KUA Kasui (Humas) - - Upaya memperkuat peran kelembagaan keagamaan di tingkat akar rumput kembali diwujudkan melalui kegiatan lintas sektoral antara Penyuluh Agama KUA Kasui dan Pemerintah Kampung Datar Bancong (25/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KUA Kasui untuk menghadirkan pembinaan keagamaan yang inklusif, responsif, dan sejalan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh
Agama KUA Kasui, Moh. Nafi' Anshori menegaskan bahwa sinergi antara KUA dan
pemerintah kampung merupakan landasan penting bagi penguatan pembangunan sosial
dan spiritual masyarakat. “Kolaborasi lintas sektoral ini bukan hanya
memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga memastikan pembinaan keagamaan
dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Kami hadir untuk mendampingi
masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah kampung,” ujar Nafi'.
Kegiatan tersebut mencakup pendataan
kemasjidan, pembaruan data tanah wakaf, penguatan lembaga pendidikan keagamaan
seperti TPA dan majelis taklim, serta penyampaian edukasi mengenai keluarga
sakinah. Pendekatan ini dinilai mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat
dan memperkuat ketahanan sosial kampung.
Pemerintah Kampung Datar Bancong,
terutama kepala kampung, Hervina Dalimunthe menyambut positif inisiatif
tersebut. Kepala kampung menuturkan bahwa kehadiran KUA Kasui melalui para
penyuluh agama memberikan kontribusi besar dalam membangun karakter religius
dan memperkuat nilai kebersamaan warga. “Kami sangat terbantu dengan
pendampingan dari KUA Kasui. Kolaborasi ini mendorong terciptanya lingkungan
masyarakat yang tertib, harmonis, dan memiliki pemahaman keagamaan yang baik,”
ujar beliau dalam sambutannya.
Sinergi ini juga mendukung program
moderasi beragama yang menjadi prioritas Kementerian Agama, terutama dalam
membangun masyarakat yang toleran, inklusif, dan berkeadaban. Dengan pendekatan
kolaboratif, KUA Kasui dan Pemerintah Kampung Datar Bancong berharap kegiatan
lintas sektoral semacam ini dapat menjadi agenda berkelanjutan.
KUA Kasui menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat peran pembinaan keagamaan, baik melalui penyuluh agama maupun kerja sama dengan pemerintah kampung, demi terciptanya masyarakat yang mandiri, rukun, dan berdaya dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan. (Imama/Oksi/Dhany)
Editor: Fadilah