Lampung, Kemenag (Humas)-- Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Tim Kerukunan Umat Beragama menggelar kegiatan Ngopi Kerukunan di Aula Saibatin, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini dibuka Kepala Bagian Tata Usaha, Marwansyah.
Dalam sambutannya, Marwansyah
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh serta pegiat
kerukunan lintas agama yang hadir. Ia menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan
dan harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.
"Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tokoh dan pegiat kerukunan lintas agama. Semoga kegiatan ini membawa dampak positif bagi masyarakat di Provinsi Lampung, serta semakin memperkuat semangat toleransi dan kebersamaan di antara kita,” ujar Marwansyah.
Sebagai penutup, Marwansyah
menegaskan komitmen Kanwil Kemenag Provinsi Lampung untuk terus memperkuat
program Moderasi Beragama, dengan menjadikan kegiatan semacam ini sebagai
sarana mempererat silaturahmi lintas iman dan menanamkan nilai-nilai
kebangsaan.
“Moderasi beragama adalah kunci
bagi terwujudnya masyarakat yang damai dan saling menghormati. Kami akan terus
mendorong kegiatan yang mengedepankan dialog, toleransi, dan kolaborasi
antarumat beragama,” pungkasnya.
Kegiatan Ngopi Kerukunan kali ini
menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama
(FKUB) Provinsi Lampung, Bahruddin, dan Pemimpin Redaksi Lampung Post,
Iskandar.
Dalam paparannya, Bahruddin menekankan bahwa kerukunan umat beragama di Lampung selama ini terjaga berkat komunikasi dan kerja sama yang baik antar-tokoh agama serta dukungan pemerintah daerah.
"Kerukunan bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari kerja sama, saling menghormati, dan keterbukaan antarumat beragama. Forum seperti ini menjadi penting untuk memperkuat kepercayaan dan mempererat hubungan antarwarga,” kata Bahruddin.
Sementara itu, Iskandar menyoroti
Konten Damai: "Merawat Harmoni di Sai Bumi Ruwa Jurai" Provinsi
Lampung dikenal sebagai miniatur Indonesia.
Iskandar, Jenderal Manager
Lampung Pos, menyampaikan peran media massa dalam membangun narasi positif terkait
toleransi dan keberagaman di masyarakat. Menurutnya, media memiliki tanggung
jawab moral untuk menjaga keseimbangan informasi dan menampilkan contoh-contoh
praktik baik dalam kehidupan beragama.
"Media harus menjadi jembatan, bukan jurang. Dalam konteks kerukunan, kami berupaya menampilkan wajah Lampung yang damai, inklusif, dan saling menghargai,” tutup Iskandar. (Humas)