Lampung, Kanwil Kemenag (Humas) – Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Erwinto, menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah Haji 1446 H/2025 M harus dilakukan dengan maksimal. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Provinsi Lampung via daring yang dihadiri secara luring oleh Kabag Tata Usaha, Kabid PHU serta Ketua Tim bidang PHU dilingkungan Kanwil Kemneterian Agama Provinsi Lampung dan secara virtual zoom diikuti Kasi PHU Kemenag Kab/Kota se Provinsi Lampung. Kamis (27/02/2025).
Dalam arahannya, Plt. Kakanwil Erwinto menekankan pentingnya profesionalisme dan koordinasi yang baik dalam melayani jamaah haji. Meskipun terdapat perubahan kelembagaan dengan akan dialihkannya penyelenggaraan haji dari Kemenag ke badan khusus, Erwinto meminta seluruh pihak tetap bekerja optimal agar proses ini berjalan lancar dan tanpa kendala berarti.
“Kita harus memastikan seluruh proses berjalan baik. Jangan sampai ada hal yang viral karena kelalaian atau kurang aktifnya petugas di daerah,” ujar Erwinto. Ia mencontohkan kasus jamaah haji yang kehilangan alamat, yang seharusnya bisa dicegah dengan langkah proaktif.
Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, Erwinto menginstruksikan agar pihak KUA dan penyuluh agama di kecamatan aktif menelusuri data jamaah. Jika ditemukan kendala, segera dilakukan penelusuran dan pelaporan secara tertulis agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
“Kita harus memastikan ada bukti fisik dan laporan tertulis yang menjadi dasar setiap tindakan. Jangan hanya berdasarkan laporan lisan tanpa tindak lanjut,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Erwinto juga menyoroti pentingnya pemantauan berkala dari laporan daerah terkait perkembangan persiapan haji. Ia meminta agar petugas di tingkat provinsi turun langsung ke lapangan jika diperlukan, guna menyelesaikan masalah yang muncul secara cepat dan efektif.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Kabid PHU) Kementerian Agama Provinsi Lampung, Ansori, menyampaikan perkembangan persiapan haji tahun 1446 H/2025 M dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Haji se-Provinsi Lampung. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan haji tahun ini harus disiapkan secara matang agar berjalan lancar.
Sementera itu, Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Ansori merinci bahwa kuota haji tahun ini masih berjumlah 7.050 jamaah, terdiri dari 6.627 kuota haji reguler, 353 kuota lansia, 54 kuota PHD, dan 16 pembimbing KBIHU. Selain itu, Lampung mendapatkan kuota cadangan sebanyak 2.115 jamaah dengan jumlah kloter sebanyak 18. Jamaah Lampung masih akan menggunakan maskapai Garuda Indonesia sesuai ketetapan yang berlaku.
“Tahun ini, berdasarkan Keppres Nomor 6 Tahun 2025, biaya perjalanan ibadah haji ditetapkan sebesar Rp58.875.751 per jamaah. Dari jumlah tersebut, nilai manfaat yang diberikan mencapai Rp33.978.753, sehingga jamaah hanya perlu melunasi Rp31.581.998 setelah membayar setoran awal Rp25 juta,” jelas Ansori.
Ia menambahkan, pelunasan tahap pertama telah dimulai sejak 14 Februari dan akan berlangsung hingga 14 Maret. Selanjutnya, tahap kedua akan dilaksanakan dari 24 Maret hingga 17 April, dengan batas akhir pemisahan kuota pada 18 April. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 3.521 jamaah telah melunasi biaya haji, terdiri dari 3.447 jamaah reguler dan 74 jamaah lansia, sehingga total pelunasan mencapai 56% dari kuota yang tersedia.
Ansori menyoroti beberapa kendala yang dihadapi dalam proses pelunasan, termasuk permasalahan teknis seperti error pada aplikasi dan keterlambatan penerbitan dokumen istitha’ah kesehatan. Ia menekankan bahwa setiap petugas haji di daerah harus lebih proaktif dalam mengawal proses pelunasan dan memastikan tidak ada jamaah yang tertinggal karena kendala administratif.
“Jangan sampai ada jamaah yang gagal berangkat karena kesalahan teknis atau kelalaian petugas di lapangan. Jika ditemukan masalah seperti kehilangan alamat jamaah, segera lakukan penelusuran dengan melibatkan KUA dan penyuluh agama di kecamatan,” pungkasnya. (Mela Basyar/Bai/Aziz)