Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Ketua DWP Kemenag Lampung Dikukuhkan sebagai Bunda Inklusi pada Puncak HDI 2025

Rabu, 10 Desember 2025 Fadilah
Ketua DWP Kemenag Lampung Dikukuhkan sebagai Bunda Inklusi pada Puncak HDI 2025
Fadilah
Fadilah

Jakarta, Lampung Kemenag (Humas) — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Ny. Siti Aisyah Zulkarnain, resmi dikukuhkan sebagai Bunda Inklusi pada Puncak Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025. Pengukuhan berlangsung di Ballroom ADIA, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Kanwil Kemenag Lampung hadir melalui perwakilan Bidang Pendidikan Madrasah, Rika, yang menyaksikan langsung prosesi pengukuhan oleh Bunda Inklusi Kemenag RI, Hj. Helmi Halimatul Udhmah.


Dalam sambutannya, Hj. Helmi memberikan apresiasi atas komitmen seluruh Kanwil Kemenag se-Indonesia dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif di madrasah. Ia menyoroti perkembangan signifikan pendataan peserta didik penyandang disabilitas (PDPD), yang meningkat dari sekitar 200 anak pada 2024 menjadi lebih dari 33.000 anak pada awal Desember 2025.

“Ini perkembangan yang sangat menggembirakan. Terima kasih kepada seluruh Kanwil, bunda inklusi, serta para relawan dan pendidik yang terus berperan aktif dalam penguatan layanan pendidikan inklusif,” ujarnya.

Hj. Helmi juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama telah menerbitkan KMA No. 1751 Tahun 2025 tentang Pedoman Pendirian dan Penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas (ULD) pada satuan pendidikan. ULD diharapkan menjadi ruang aman dan ramah bagi peserta didik penyandang disabilitas, sekaligus mencegah perundungan di lingkungan madrasah.

“Peringatan HDI menjadi momentum evaluasi bagi kita semua. Anak-anak penyandang disabilitas harus merasakan kenyamanan belajar di madrasah, dan itu hanya bisa dicapai melalui layanan yang setara dan berkualitas,” tambahnya.


Usai dikukuhkan, Ny. Siti Aisyah Zulkarnain, menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk menjalankan amanah sebagai Bunda Inklusi di Provinsi Lampung.

“Pengukuhan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya. Sebagai Bunda Inklusi, saya bertekad mendampingi ikhtiar Kanwil Kemenag Lampung dalam menghadirkan layanan pendidikan yang ramah, aman, dan membahagiakan bagi seluruh peserta didik, termasuk anak-anak penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran Dharma Wanita dan para bunda inklusi di kabupaten/kota untuk bergerak bersama. “Semoga gerakan bunda inklusi di Lampung semakin memperluas kebaikan ini, sehingga tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikannya. Kita ingin memastikan madrasah benar-benar menjadi ruang belajar yang memuliakan semua,” tambahnya.

Acara pengukuhan turut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Islam, para Direktur di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam, pejabat eselon I Kemenag RI, para Kepala Kanwil Kemenag, Ibu Dharma Wanita Persatuan se-Indonesia, serta kepala madrasah dan pengawas. (Humas)