Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Ketua Pokjaluh Lampung Ajak Santri dan Penyuluh Agama Jadikan Hari Santri Sebagai Momentum Penguatan Peran Keagamaan

Senin, 20 Oktober 2025 Humas Way Kanan
Ketua Pokjaluh Lampung Ajak Santri dan Penyuluh Agama Jadikan Hari Santri Sebagai Momentum Penguatan Peran Keagamaan
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan

Way Kanan, Kemenag (Humas) - - Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi Lampung, M. Ali, menjadi narasumber dalam program “Mutiara Pagi” RRI Stasiun Produksi Way Kanan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025. Mengangkat tema “Refleksi Hari Santri: Kehidupan dan Tanggung Jawab Agama di Pundak Kita”, dialog berlangsung selama 45 menit dan disiarkan langsung mulai pukul 05.15 hingga 06.00 WIB.

Dalam dialog tersebut, M. Ali menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran spiritual dan tanggung jawab sosial umat, khususnya para santri dan penyuluh agama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

"Menjadi santri bukan hanya status, tetapi kesadaran untuk menjaga cahaya agama tetap hidup dalam kehidupan. Tanggung jawab keagamaan kini ada di pundak kita semua, baik di pesantren maupun di ruang sosial dan kebangsaan," tegasnya.

M. Ali juga memaparkan refleksi Hari Santri dari tiga sudut pandang: spiritual, sosial, dan nasional. Secara spiritual, santri dinilai sebagai penjaga nilai ibadah dan penghambaan kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari. Secara sosial, ilmu yang dimiliki santri harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Sedangkan secara nasional, santri adalah bagian dari sejarah perjuangan kemerdekaan yang harus terus menjaga bangsa dengan ilmu, akhlak, dan keteladanan.

“Santri masa kini harus hadir sebagai agen perubahan yang meneduhkan, bukan menghakimi; mengajak, bukan mengejek. Sebab dakwah yang menyentuh adalah dakwah yang membawa kesejukan,” lanjutnya.

Menutup dialog, M. Ali menyampaikan bahwa semangat santri kini melekat pada para penyuluh agama yang tersebar hingga ke pelosok negeri. Menurutnya, penyuluh agama adalah santri masa kini yang mengemban misi dakwah, menjaga persaudaraan dalam kebinekaan, dan menanamkan nilai-nilai agama di tengah masyarakat.

Program “Mutiara Pagi” RRI SP Way Kanan sendiri menjadi ruang inspiratif yang konsisten menghadirkan tokoh-tokoh keagamaan dan sosial untuk menyuarakan nilai-nilai kebaikan. Kehadiran Ketua Pokjaluh Lampung kali ini menjadi penegas bahwa semangat santri harus terus dihidupkan, terutama oleh para penyuluh agama di Bumi Lampung. (Humas)


Editor : Fadilah