Lampung (Humas) -- Menteri Haji dan Umrah RI Dr. KH. Moch. Irfan Yusuf menegaskan pentingnya integritas dan penyelenggaraan haji yang bersih dalam kunjungan kerja dan koordinasi penyelenggaraan Haji 2025 di Provinsi Lampung. Kegiatan yang berlangsung di Asrama Haji Rajabasa ini menjadi momentum penguatan komitmen pusat–daerah menjelang penyelenggaraan haji tahun depan.
Menteri menegaskan bahwa tidak boleh ada penyimpangan dalam layanan haji.
“Tidak boleh ada permainan sekecil apa pun. Pelayanan jemaah harus bersih dan profesional,” tegas Dr. KH. Moch. Irfan Yusuf.
Ia juga menyampaikan kebijakan penting terkait restrukturisasi jabatan dalam ekosistem haji.
“Yang sudah menjadi Kepala Bidang Haji akan menjadi Plt. Kepala Kanwil Haji, dan yang menjabat Kasi Haji Kabupaten/Kota akan menjadi Plt. Kepala Kantor Haji Kabupaten/Kota. Ini bagian dari komitmen penyelenggaraan haji yang lebih akuntabel dan berintegritas,” ujarnya.
Menteri Haji meminta daerah mempercepat persiapan, termasuk istitha’ah kesehatan, pemutakhiran data jemaah, penguatan layanan asrama, serta koordinasi teknis agar penyelenggaraan Haji 2025 berjalan lebih efektif.
Sementara itu Kakanwil Kemenag Lampung DR. H. Zulkarnain, M.Hum melaporkan kesiapan daerah dalam penyelenggaraan haji tahun 2025.
"Kuota Haji Lampung tahun 2025: 5.827 jemaah, Waiting list: 154.713 orang,KBIHU: 94, PPIU: 111 (40 kantor pusat, 71 cabang)
PIHK: 11, jumlah Pembimbing ibadah bersertifikat: 391 sedangkan Jumlah PLHUT 13 dan 2 sedang dalam proses penyelesaian,"Terang Zulkarnain.
“Seluruh ekosistem haji Lampung telah kami siapkan sesuai standar terbaru. Kami mendukung penuh arahan Menteri Haji, termasuk penataan jabatan, penguatan data, dan peningkatan kualitas SDM,” Tambahnya
Kakanwil menegaskan bahwa Lampung siap bergerak cepat menjalankan seluruh kebijakan penyelenggaraan haji.
“Kami siap memperkuat integritas, meningkatkan kapasitas petugas, dan memastikan seluruh tahapan berjalan tepat waktu. Lampung mendukung penuh penyelenggaraan Haji 2026,” tegasnya.