Way Kanan, MAN 1 (Humas). Tim Manajemen Kasus MAN 1 Way Kanan, yang diwakili oleh Ibu Septi Diana selaku Guru Bimbingan dan Konseling (BK), mengikuti Pelatihan Manajemen Kasus yang diselenggarakan oleh Dinas P3APPKB Kabupaten Way Kanan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dalam menangani berbagai permasalahan peserta didik melalui pendekatan ilmiah, terukur, dan berbasis regulasi nasional terkait perlindungan anak. Partisipasi MAN 1 Way Kanan dalam pelatihan ini menunjukkan komitmen sekolah dalam memperkuat sistem layanan bantuan yang responsif terhadap kebutuhan psikososial siswa.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar manajemen kasus, mulai dari asesmen awal, identifikasi faktor risiko, penetapan rencana intervensi, hingga monitoring dan evaluasi tindak lanjut. Pendekatan ilmiah ditekankan melalui penggunaan instrumen asesmen valid, analisis data perilaku siswa, serta pemahaman multidisipliner yang melibatkan aspek psikologis, sosial, dan lingkungan. Dengan demikian, peserta pelatihan diharapkan mampu menerapkan praktik profesional yang sesuai dengan standar pelayanan minimal dalam penanganan kasus di satuan pendidikan.
Selain materi konseptual, pelatihan juga menghadirkan studi kasus berbasis situasi nyata yang sering muncul di lingkungan sekolah, seperti perundungan, kekerasan berbasis gender, masalah kesehatan mental, dan kerentanan sosial. Melalui diskusi kelompok, Ibu Septi Diana dan peserta lainnya dilatih untuk merancang intervensi yang tepat, mengoordinasikan layanan dengan pihak eksternal seperti psikolog, P2TP2A, maupun lembaga perlindungan anak, serta melakukan dokumentasi kasus secara sistematis. Kegiatan ini memperkuat keterampilan praktis guru BK dalam menjalankan fungsi preventif dan kuratif di sekolah.
Pada akhir sesi, peserta pelatihan menyusun rencana implementasi yang dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. Ibu Septi Diana merencanakan penguatan Unit Layanan Konseling (ULK) di MAN 1 Way Kanan, termasuk peningkatan edukasi kepada siswa, pencegahan dini kasus kekerasan, serta pengembangan mekanisme rujukan yang lebih terstruktur. Melalui partisipasi dalam pelatihan ini, MAN 1 Way Kanan diharapkan memiliki kapasitas lebih kuat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. (Joe)
Editor: Fadilah