Tanggamus, MTsN 1 (Humas) — Sabtu, 24 Januari 2026, MTs Negeri 1 Tanggamus memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan mengangkat tema “Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mikraj”. Kegiatan keagamaan ini berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai upaya memperkuat kesadaran spiritual sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup di kalangan peserta didik.
Peringatan
Isra Mikraj tersebut diselenggarakan
oleh Rohani Islam (Rohis) MTsN 1 Tanggamus dan diikuti oleh seluruh
siswa, dewan guru, serta tenaga kependidikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari
program pembinaan karakter religius yang terintegrasi dengan nilai-nilai
kepedulian ekologis di lingkungan madrasah.
Rangkaian
acara diawali dengan pelaksanaan sholat
dhuha bersama yang berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Sholat
dhuha tersebut diimami oleh Pembina
Rohis MTsN 1 Tanggamus, Ustadz Hadori, sebagai bentuk pembiasaan ibadah
sunnah sekaligus penguatan spiritual bagi seluruh peserta didik.
Usai pelaksanaan sholat dhuha, acara dilanjutkan dengan sambutan mewakili Kepala MTsN 1 Tanggamus yang disampaikan oleh Sukmaidi selaku Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) MTsN 1 Tanggamus. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Rohis MTsN 1 Tanggamus atas peran aktifnya sebagai penyelenggara kegiatan keagamaan yang sarat nilai edukatif, spiritual, dan kontekstual dengan isu lingkungan.
Ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum reflektif untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaatan, khususnya dalam menjaga konsistensi pelaksanaan sholat lima waktu. Selain itu, ia juga mengajak seluruh siswa untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW serta mengamalkan nilai-nilai Isra Mikraj dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan madrasah sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Kegiatan
inti peringatan Isra Mikraj diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Amrillah. Dalam ceramahnya, ia menguraikan makna mendalam
perjalanan Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW, serta mengaitkannya dengan pesan ekoteologi, yakni hubungan
harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Menurutnya, ketaatan kepada
Allah SWT tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui
sikap bertanggung jawab dalam memperlakukan alam sebagai ciptaan Allah yang
harus dijaga dan dilestarikan.
Ustadz Amrillah juga mengajak para siswa untuk
menjadikan sholat sebagai pondasi pembentukan karakter, yang tidak hanya
membentuk kedisiplinan spiritual, tetapi juga menumbuhkan kesadaran etis dalam
memperlakukan alam sebagai amanah dari Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa
peristiwa Isra Mikraj mengandung pesan mendalam tentang hubungan vertikal manusia
dengan Allah SWT (hablum minallah) serta hubungan horizontal dengan
sesama manusia dan alam semesta (hablum minal ‘alam), sehingga ketaatan
dalam beribadah harus tercermin dalam sikap menjaga keseimbangan, kelestarian
lingkungan, dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi.
Melalui kegiatan peringatan Isra Mikraj ini, MTsN 1 Tanggamus berharap peserta didik tidak hanya memahami peristiwa Isra Mikraj secara historis dan teologis, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai spiritual dan ekologis tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen madrasah dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlakul karimah, serta memiliki kesadaran ekologis yang kuat. (In/ Mela Basyar)