Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Piodalan di Pura Kawitan Restu Rahayu, Kabid Bimas Hindu Lampung Tekankan Pentingnya Pendidikan Pasraman

Jumat, 11 Juli 2025 Anggithya
Piodalan di Pura Kawitan Restu Rahayu, Kabid Bimas Hindu Lampung Tekankan Pentingnya Pendidikan Pasraman
Anggithya
Anggithya

Lampung (Humas) --- Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Jumadi, menghadiri upacara Piodalan di Pura Kawitan, Desa Restu Rahayu, Lampung Timur, Kamis, 10 Juli 2025.

Dalam kesempatan itu, ia tidak hanya mengikuti prosesi upacara, tetapi juga menyampaikan dharmawacana dan memberikan arahan penting mengenai peran strategis pendidikan pasraman bagi anak-anak Hindu.

Menurut Jumadi, pasraman merupakan sarana vital untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Melalui pendidikan ini, anak-anak tidak hanya diajarkan pemahaman terhadap Kitab Suci Weda, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang memiliki sradha (iman) dan bhakti (pengabdian) yang tinggi, bermental tangguh, berani tampil, serta mampu hidup harmonis di tengah masyarakat.

“Pasraman juga mengajarkan anak untuk menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia sesuai nilai-nilai Hindu,” ujarnya di hadapan umat.


Dalam dharmawacananya, Jumadi juga menjelaskan makna dan asal-usul Piodalan. Kata "piodalan" berasal dari bahasa Bali wedal, yang berarti "keluar" atau "lahir". Upacara ini merupakan peringatan hari lahir atau berdirinya pura sebagai tempat suci pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Piodalan juga dikenal di berbagai daerah dengan nama odalan, pujawali, petoyan, atau petirtaan.

"Upacara Piodalan sendiri merupakan bentuk penghormatan dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa dan manifestasinya. Setiap pura memiliki hari pelaksanaan Piodalan yang berbeda-beda, sesuai dengan hari berdirinya tempat suci tersebut," terangnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan pembangunan padmasana, struktur utama dalam pura sebagai pusat pemujaan. Kehadiran Jumadi diharapkan memberikan motivasi kepada umat dalam menjaga semangat spiritualitas serta melestarikan adat dan budaya Hindu di Lampung.(Anggithya)