Lampung (Humas) — Mochamad Sidik Sisdianto, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, secara resmi menutup acara peluncuran Keputusan Menteri Agama (KMA) Republik Indonesia Nomor 450 Tahun 2024. Kegiatan ini, yang juga mencakup sosialisasi serta pendampingan implementasi Kurikulum Nasional pada Madrasah Angkatan I dan penguatan tata kelola sarana dan prasarana madrasah tahun 2024, berlangsung meriah di Ballroom Novotel Lampung pada Rabu malam (10/07).
Dalam sambutannya, Sidik Sisdianto memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa peluncuran KMA Nomor 450 Tahun 2024 adalah tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di madrasah.
“KMA ini merupakan pedoman komprehensif untuk implementasi kurikulum yang lebih adaptif, holistik, dan inovatif, mencakup seluruh jenjang pendidikan dari RA, MI, MTs, MA, hingga MAK,” ujar Sidik.
Kurikulum baru ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman dan perkembangan teknologi. Sidik menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran yang interaktif dan berbasis proyek menjadi fokus utama, mendorong siswa untuk mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuan mereka melalui berbagai kegiatan praktis. Tidak hanya aspek akademik yang diperhatikan, tetapi juga pengembangan karakter, keterampilan sosial, dan nilai-nilai keagamaan yang moderat.
“Peluncuran KMA Nomor 450 Tahun 2024 ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi inovasi dan kreativitas di lingkungan madrasah. Dengan integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat terhubung dengan sumber daya pendidikan yang lebih luas dan siap menghadapi tantangan era digital,” tambahnya.
Sidik juga menegaskan bahwa implementasi kurikulum baru ini memerlukan sinergi antara Kemenag, pemerintah daerah, para pendidik, dan masyarakat. “Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung dan turut serta dalam proses ini, karena hanya dengan kerja sama yang baik kita dapat mencapai madrasah yang bermutu dan berdaya saing internasional,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, ia mengapresiasi dedikasi para guru dan tenaga kependidikan yang terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. “Guru adalah ujung tombak dalam implementasi kurikulum ini. Kami akan terus memberikan dukungan melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kapasitas agar mereka siap menghadapi tantangan dan perubahan,” jelasnya.
Sidik juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola sarana dan prasarana madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. “Kita harus terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana madrasah, salah satunya melalui pembangunan gedung dengan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Hal ini agar madrasah menjadi tempat yang nyaman dan kondusif bagi peserta didik untuk belajar,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan gedung melalui SBSN adalah salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di Indonesia. “Dengan adanya gedung yang baru dan memadai, diharapkan madrasah dapat menyelenggarakan proses belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien, sehingga meningkatkan kualitas lulusan madrasah yang siap bersaing di era global,” jelas Sidik.
Sidik juga menekankan pentingnya pemeliharaan gedung madrasah yang telah dibangun. “Gedung yang bagus dan megah tidak akan berarti apa-apa jika tidak dirawat dengan baik. Oleh karena itu, saya minta kepada semua pihak terkait untuk bersama-sama menjaga dan merawat gedung madrasah yang telah dibangun,” tegasnya.
Ia berharap dengan adanya kerjasama dari semua pihak, pembangunan gedung SBSN ini dapat membawa manfaat besar bagi kemajuan pendidikan madrasah di Indonesia.(Anggithya/Baihaqi)