Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Ditutup Sekjen Kemenag RI, Plt. Kakanwil Hadiri Raker Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Kamis, 20 Februari 2025 Anggithya
Ditutup Sekjen Kemenag RI, Plt. Kakanwil Hadiri Raker Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Anggithya
Anggithya

Lampung (Humas) --- Rapat Kerja (Raker) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung resmi ditutup oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, pada Kamis (20/2).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, Erwinto, serta sejumlah pejabat dan akademisi UIN Raden Intan

Dalam sambutannya, Kamaruddin Amin menegaskan bahwa PTKIN memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi keagamaan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga harus memberikan dampak sosial yang signifikan.

“Kehadiran PTKIN harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak sarjana, tetapi juga harus menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi di sekitarnya,” ujar Kamaruddin.

Ia menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dimana Menteri Agama RI menekankan bahwa "Beragama itu harus Berdampak," sehingga keberadaan institusi pendidikan keagamaan harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kehadiran PTKIN tidak boleh hanya berorientasi pada akademik semata, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. Jangan sampai kita memiliki banyak guru besar, profesor, serta gedung-gedung megah, tetapi di lingkungan sekitarnya masih ada masyarakat yang buta aksara, kemiskinan, dan sebagainya,” ujar Kamaruddin Amin.

Ia juga mengajak para Guru Besar, Dosen, dan civitas akademika untuk lebih aktif di tengah-tengah masyarakat, baik melalui organisasi keagamaan, majelis taklim, maupun forum-forum sosial lainnya. Dengan demikian, keberadaan PTKIN dapat menjadi katalisator perubahan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Di sisi lain, akademisi PTKIN juga didorong untuk lebih aktif dalam membangun dialog sosial dan toleransi antarumat beragama. Menurut Kamaruddin Amin, PTKIN memiliki tanggung jawab dalam menjaga harmoni sosial dengan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada mahasiswa dan masyarakat luas.

"Perguruan tinggi keagamaan harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi dan moderasi beragama. Dengan demikian, kita bisa mencegah potensi konflik sosial dan menciptakan kehidupan yang lebih harmonis," tambahnya.

“Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan PTKIN semakin dapat menunjukkan perannya sebagai institusi yang tidak hanya mencetak akademisi berkualitas, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Di sisi lain, akademisi PTKIN juga didorong untuk lebih aktif dalam membangun dialog sosial dan toleransi antarumat beragama. Menurut Kamaruddin Amin, PTKIN memiliki tanggung jawab dalam menjaga harmoni sosial dengan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada mahasiswa dan masyarakat luas.

"Perguruan tinggi keagamaan harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi dan moderasi beragama. Dengan demikian, kita bisa mencegah potensi konflik sosial dan menciptakan kehidupan yang lebih harmonis," tambahnya.

“Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan PTKIN semakin dapat menunjukkan perannya sebagai institusi yang tidak hanya mencetak akademisi berkualitas, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kakanwil Kemenag Lampung, Erwinto, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan PTKIN dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Lampung. Ia menilai bahwa kolaborasi antara Kemenag dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan dan sosial keagamaan di era digital.

“Kami siap mendukung UIN Raden Intan Lampung dalam mengembangkan program-program pengabdian masyarakat. Perguruan tinggi harus menjadi lokomotif perubahan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat,” ujar Erwinto.

Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. Wan Jamaluddin, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Agama dalam pengembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia. Ia menegaskan bahwa hasil Raker ini akan menjadi landasan dalam merancang kebijakan akademik dan pengabdian masyarakat yang lebih inklusif dan berbasis riset.

Dengan berakhirnya Raker ini, diharapkan UIN Raden Intan Lampung semakin berkontribusi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kolaborasi antara PTKIN dan Kemenag diharapkan terus diperkuat untuk menciptakan sistem pendidikan Islam yang lebih maju dan berdampak bagi masyarakat luas.(Anggithya/Abdul Aziz)