Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Doa Kebangsaan Lintas Iman di Lampung: Umat Hindu Panjatkan Doa untuk Kedamaian Bangsa

Jumat, 05 September 2025 Anggithya
Doa Kebangsaan Lintas Iman di Lampung: Umat Hindu Panjatkan Doa untuk Kedamaian Bangsa
Anggithya
Anggithya

Lampung (Humas) — Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu menyelenggarakan Doa Kebangsaan Lintas Iman pada Kamis (4/9/2025). Kegiatan ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti serentak oleh umat Hindu di seluruh Nusantara.

Di Lampung, doa bersama dipusatkan di Pura Kampus Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Lampung. Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Jumadi, hadir bersama staf, Ketua STAH Lampung Suyono, Katim Kepenyuluhan Sri Widati, serta civitas akademika kampus.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Prof. I Nengah Duija, diawali dengan pembacaan mantra suci, praktik pranayama, dilanjutkan dengan japa Om Namah Siwaya sebanyak 108 kali, dan ditutup dengan pembacaan mantra penyejuk semesta.

Direktur Jenderal Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, menekankan pentingnya doa bersama sebagai bentuk nyata kontribusi umat Hindu dalam menjaga kerukunan bangsa.

“Doa dan japa adalah sarana spiritual sederhana, tetapi memiliki kekuatan besar. Dari doa lahir energi positif yang menyatukan, menyeimbangkan alam semesta, dan memberi kekuatan kepada bangsa Indonesia agar tetap tangguh dan harmonis. Sesuai arahan Bapak Menteri Agama, umat Hindu harus hadir sebagai contoh dalam menebarkan kedamaian dan menjaga persaudaraan,” ujar Prof. Duija.


Usai mengikuti kegiatan tersebut, Kabid Bimas Hindu Jumadi menyampaikan doa kebangsaan ini menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan umat lintas iman.

“Doa yang kita panjatkan hari ini bukan hanya untuk umat Hindu, melainkan untuk seluruh bangsa Indonesia. Dari Lampung, kami ingin menegaskan bahwa kerukunan adalah fondasi yang harus terus kita rawat bersama. Dengan doa, kita berharap bangsa ini diberkahi kekuatan untuk menghadapi tantangan zaman,” kata Jumadi dihadapan civitas akademik.

Ia menjelaskan Doa lintas agama tilok Lampung sengaja kami pusatkan di kampus STAH dengan harapan generasi muda menyadari betul arti penting menyampaikan aspirasi secara santun dan beretika, menjaga stabilitas keamanan, serta memahami peran strategis mereka terhadap pembangunan nasional. "Kampus adalah tempat bertumbuhnya generasi terdidik yang kelak akan menerima tongkat estafet kepemimpinan negeri,” ujar Jumadi.(Anggithya/Rizki)