Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Donor Darah Waisak Di Bandar Lampung, Pembimas Buddha Puji Purwaningsih: Implementasi Nyata Dharma Dalam Kehidupan

Selasa, 05 Mei 2026 Anggithya Editor: Anggithya
Donor Darah Waisak Di Bandar Lampung, Pembimas Buddha Puji Purwaningsih: Implementasi Nyata Dharma Dalam Kehidupan
Anggithya
Anggithya
Foto: Anggithya

Lampung (Humas) --- Perayaan Waisak 2570 BE/2026 di Provinsi Lampung diwarnai dengan kegiatan sosial berupa donor darah dan pembagian bantuan kepada masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) bersama Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) Provinsi Lampung, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung.

Pembimas Buddha dan jajaran Bimbingan Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung turut menghadiri dan mengikuti kegiatan donor darah serta pembagian beras 5 kilogram yang digelar di Vihara Vajra Bumi, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 102 pendonor darah yang berasal dari umat Buddha maupun masyarakat lintas agama di sekitar vihara. Selain mendonorkan darah, para peserta juga menerima paket bantuan berupa beras 5 kilogram.

Aksi sosial ini merupakan bagian dari rangkaian Vesakha Sananda 2570 BE/2026 yang dilaksanakan secara serentak secara nasional pada Selasa (5/5/2026).

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Puji Purwaningsih, hadir langsung bersama jajarannya dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Puji menegaskan bahwa kegiatan donor darah dan pembagian bantuan sosial ini merupakan implementasi nyata ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

"Waisak bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momentum untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Dharma seperti welas asih, kepedulian, dan pengorbanan kepada sesama," ujar Puji.

Ia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan tema Vesakha Sananda tahun ini, yakni “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, yang menurutnya harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

"Tema Dharma Menjaga Perdamaian Dunia bukan hanya slogan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui aksi kemanusiaan seperti donor darah dan kepedulian sosial kepada masyarakat," kata dia.

Puji juga mengapresiasi peran aktif WALUBI dan KCBI sebagai lembaga keagamaan Buddha yang turut berkontribusi dalam menyukseskan perayaan Waisak melalui kegiatan yang berdampak langsung.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari lembaga dan majelis keagamaan Buddha yang telah menghadirkan kegiatan sosial ini. Ini menjadi bentuk nyata kontribusi umat Buddha dalam menjaga harmoni dan perdamaian," ujarnya.

Menurut Puji, partisipasi masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya semangat kerukunan di tengah kehidupan masyarakat Lampung.

"Keterlibatan umat dari berbagai agama menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan bersifat universal. Ini adalah cerminan kehidupan beragama yang rukun dan damai," ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa donor darah merupakan bentuk praktik kebajikan yang sederhana, namun memiliki manfaat besar bagi sesama.

"Setetes darah yang kita donorkan dapat menyelamatkan nyawa orang lain. Ini adalah praktik nyata dari nilai Dharma yang mengajarkan kasih sayang dan kepedulian," tutur Puji.

Lebih lanjut, Puji berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum Waisak.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi budaya bersama, tidak hanya dilaksanakan saat hari besar keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kepedulian sosial," katanya.

Selain donor darah, pembagian bantuan beras kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Puji menilai, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

"Ini adalah wujud nyata solidaritas sosial. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat," ujarnya.

Perayaan Waisak tahun ini, lanjut Puji, diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial.

"Makna Waisak sejatinya adalah menghadirkan kedamaian dan kebahagiaan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain," kata dia. (Humas)