Lampung Kemenag (Humas)--Dalam rangka meningkatkan sinergi, kolaborasi dan tindak lanjut atas berbagai permasalahan kepegawaian, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar kegiatan Konsinyering, pada tanggal 30-31 Oktober 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Villa Turi Pahawang tersebut, diikuti oleh seluruh pengelola kepegawaian pada Kantor Wilayah dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama, Wawan
Djunaedi, yang didampingi oleh Kepala Bagian Pengadaan dan Mutasi, Septian Saputra, membuka sekaligus memberikan
materi dalam kegiatan tersebut secara daring.
Dalam paparannya, Wawan Djunaedi menyampaikan bahwa selaku ASN khususnya Pejabat dan pengelola kepegawaian, harus memahami serta menerapkan “fikih” kepegawaian , yaitu segala regulasi tentang manajemen kepegawaian. Ketidakfahaman terhadap regulasi tentang kepegawaian, tidak hanya berdampak pada permasalahan administrasi, tetapi juga dapat berhadapan dengan hukum.
“Setidaknya jati diri ASN Kementerian Agama tercermin
dalam 2 (dua) hal, yaitu High Tech dan Hight Touch. Dengan
High Tech diharapkan pegawai ASN tidak gagap teknologi agar tercapai
indikator better, easier dan faster.
Sedangkan High Touch akan tercermin dengan sikap kemanusiaan yag
tinggi, melalui friendly ramah, full servis melayani sehingga
mempunyai good impression kesan yang baik” lanjut Wawan Djunaedi.
Sementara dalam paparannya, Kepala Bagian Tata Usaha, Marwansyah
yang mewakili Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, menyampaikan
bahwa kegiatan Konsinyering menjadi wadah untuk mengidentifikasi masalah dan
kendala dalam pengelolaan kepegawaian, serta merumuskan solusi yang tepat untuk
penyelesaiannya.
“Konsinyering ini memfasilitasi seluruh pihak yang terkait
dalam pengelolaan manajemen kepegawaian
untuk memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi. Sumbatan-sumbatan,
kendala-kendala yang selama ini ditemui dapat kita urai bersama. Seluruh
pengelola kepegawaian pada tingkat wilayah dan kabupaten/ kota, dipertemukan
langsung dengan pengelola kepegawaian pada tingkat pusat”. Ujar Marwansyah.
Kegiatan konsinyering dikemas dengan nuansa yang lebih santai, serta menghadirkan pemateri langsung dari Biro
SDM Kementerian Agama, serta perwakilan dari Direktorat Guru dan Tenaga
Kependidikan pada Ditjen Pendidikan Islam, dan perwakilan dari Badan
Kepegawaian Negara (BKN). Kegiatan mengupas secara komprehensif tentang
berbagai kebijakan dan permasalahan kepegawaian, mulai dari progress
penyelesaian pengadaan PPPK Tahun 2024,
mutasi, kenaikan pangkat, pencantuman gelar, dan rencana penerapan
manajemen talenta di Kementerian Agama.
“Materi ditutup dengan sosialisasi aplikasi magita (Manajemen Guru
dan Kependidikan Madrasah) milik Ditjen
Pendidikan Islam. Melalui platform tersebut, diharapkan proses pengusulan
rekomendasi mutasi guru dan pengawas dan layanan lainnya akan lebih mudah dan dapat
dipantau progress-nya”. Tutup Tim Kerja SDM Aparatur, Tri Rahayu, yang
bertindak selaku Ketua Panitia Kegiatan. (Humas)