Lampung (Humas) --- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) terkait program kerja tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera untuk Finansial Anak Menuju Indonesia Emas 2045," dan berlangsung di Aula Saibatin, Kamis (30/4).
Acara dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, didampingi Ketua DWP Ny. Siti Aisyah Zulkarnain, Kepala Bagian Tata Usaha Yan Maradonna, Wakil Ketua DWP Ny. Fenny Maradonna, serta diikuti pengurus dan anggota DWP Kanwil dan Kemenag kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Zulkarnain menegaskan bahwa Dharma Wanita Persatuan memiliki peran penting sebagai mitra strategis Kementerian Agama, khususnya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan keluarga.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan zaman, di mana perempuan dituntut untuk semakin berdaya dan adaptif. Ia menilai perempuan memiliki posisi sentral dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
"Perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak-anak. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang unggul, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan global," ujar Zulkarnain.
Ia juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi keluarga sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang kuat, lanjutnya, akan tercipta lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Selain itu, Zulkarnain mendorong Dharma Wanita Persatuan untuk terus meningkatkan kualitas program kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kegiatan organisasi.
"DWP harus terus berinovasi, memperkuat sinergi, serta menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat," tambahnya.
Ketua DWP Kanwil Kemenag Lampung, Ny. Siti Aisyah Zulkarnain, menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, perempuan tidak hanya dituntut menjadi ibu yang bijaksana dalam keluarga, tetapi juga harus berdaya secara ekonomi, sosial, dan intelektual.
"Di tengah arus perubahan global yang begitu cepat, perempuan harus mampu mengambil peran strategis demi masa depan anak-anak bangsa yang lebih cerah," ujarnya.
Ia menambahkan, kemandirian finansial keluarga merupakan fondasi penting dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045. Perempuan yang mandiri secara ekonomi dinilai mampu memberikan pendidikan terbaik, gizi yang cukup, serta lingkungan tumbuh kembang yang sehat bagi anak-anak.
Selain itu, Siti Aisyah juga mendorong seluruh anggota DWP untuk terus meningkatkan kompetensi diri, mengembangkan jiwa kewirausahaan, serta memperkuat literasi keuangan keluarga. Ia menekankan pentingnya sinergi antar pengurus dan anggota di seluruh kabupaten/kota agar program kerja organisasi dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Dharma Wanita Persatuan harus menjadi organisasi yang adaptif dan inovatif, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara bijak dalam mendukung program-program organisasi," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DWP Ny. Fenny Maradonna dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakorwil tahun ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari 70 peserta dari DWP Kemenag kabupaten/kota dan 30 peserta dari pengurus DWP Kanwil.
Ia menjelaskan, Rakorwil tidak hanya menjadi forum penyusunan program kerja tahun 2026, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti edukasi peran perempuan dalam ekonomi keluarga, lomba fashion show antar pengurus, serta pemberian penghargaan atas program kerja unggulan tahun 2025. "Tema yang diusung bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah gerak organisasi yang harus diimplementasikan secara nyata dalam setiap kegiatan," ujarnya.
Fenny berharap kegiatan ini dapat memperkuat silaturahmi, solidaritas, serta meningkatkan kapasitas anggota DWP dalam menjalankan perannya di bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan keluarga.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar Rakorwil menghasilkan program kerja yang implementatif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat luas bagi keluarga serta masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.