Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

FGD Deteksi Dini Konflik Intra Agama Islam 2025“Merawat Kebersamaan,Meneguhkan Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman”

Kamis, 26 Juni 2025 Humas Way Kanan
FGD Deteksi Dini Konflik Intra Agama Islam 2025“Merawat Kebersamaan,Meneguhkan Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman”
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan

Way Kanan, KUA Blambangan Umpu (Humas) ---Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Blambangan Umpu, Herman Fahri, menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Deteksi Dini Konflik Intra Agama Islam Tahun 2025 yang mengangkat tema “Merawat Kebersamaan, Meneguhkan Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 26 Juni 2025, di Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan.

FGD ini dihadiri oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan, Kasi Bimas Islam, serta para tokoh ormas dan tokoh keagamaan lintas organisasi Islam di wilayah Way Kanan.

FGD ini menjadi forum dialogis untuk menggali potensi konflik internal umat dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam mencegahnya secara dini. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong penguatan nilai-nilai toleransi, saling menghargai, serta membangun sinergi antar kelompok dan organisasi Islam di daerah.

Plh. Kemenag Way Kanan dalam arahannya menekankan bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dijaga dan dipelihara. “Dengan mengedepankan semangat persatuan dan nilai-nilai moderasi, umat Islam dapat menjadi pelopor perdamaian, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Blambangan Umpu, Herman Fahri, menyampaikan bahwa pentingnya deteksi dini konflik internal umat Islam tidak bisa dianggap remeh, terutama di tengah kemajemukan masyarakat saat ini.

“Moderasi beragama bukan hanya jargon, tapi menjadi kebutuhan bersama dalam menjaga harmoni umat. Perbedaan mazhab, cara pandang, dan praktik ibadah adalah keniscayaan, namun jangan sampai menjadi sumber perpecahan. Melalui forum seperti ini, kita perkuat dialog dan silaturahmi agar ukhuwah Islamiyah tetap terjaga,” ujar Herman Fahri.

Ia juga mengajak seluruh tokoh agama dan ormas Islam untuk aktif menjadi pelopor perdamaian.

“Mari kita jadikan moderasi beragama sebagai pijakan dalam bertindak dan bersikap, agar umat tidak terjebak dalam polarisasi yang dapat merusak persatuan. KUA siap menjadi mitra strategis dalam membina kerukunan dan mencegah konflik,” tegasnya.

Kegiatan FGD ini diharapkan menjadi titik awal penguatan komunikasi dan kolaborasi antar tokoh agama dalam menciptakan iklim keagamaan yang damai, inklusif, dan harmonis di Way Kanan.(Ayni)

Editor : Fadilah