Way Kanan, MAN 1 (Humas). Dalam upaya meningkatkan minat baca dan memperkuat budaya literasi di kalangan peserta didik, MAN 1 Way Kanan melaksanakan kegiatan “Pembiasaan Literasi Pagi” secara rutin setiap hari. Kegiatan ini menjadi salah satu program madrasah dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui kegiatan ini, seluruh siswa diwajibkan membaca buku nonpelajaran selama 15–20 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Kegiatan literasi pagi ini bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca yang berkelanjutan serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Menurut Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Watini, kegiatan ini dirancang agar siswa terbiasa mengawali hari dengan aktivitas positif yang menstimulasi daya pikir dan menambah wawasan. Selain membaca secara individu, guru juga memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk membacakan ringkasan isi buku di depan kelas, sehingga melatih kemampuan berbicara dan menyampaikan ide secara runtut.
Pelaksanaan literasi pagi di MAN 1 Way Kanan mendapat respons positif dari peserta didik. Banyak siswa mengaku kegiatan ini membuat mereka lebih tertarik untuk membaca buku-buku di luar pelajaran sekolah. Salah satu siswi kelas XI F1, Alya mengungkapkan bahwa melalui literasi pagi, dirinya menemukan banyak pengetahuan baru yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan membantu meningkatkan kemampuan menulis. Guru pun merasakan dampak positif, karena siswa menjadi lebih fokus dan siap mengikuti pembelajaran setelah kegiatan membaca.
Dengan adanya pembiasaan literasi pagi ini, MAN 1 Way Kanan berharap dapat menciptakan generasi muda yang gemar membaca, berpikir kritis, dan memiliki daya saing tinggi di era globalisasi. Program ini juga menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi pada pengembangan karakter dan literasi. Ke depan, pihak madrasah berencana memperluas kegiatan ini dengan menghadirkan pojok baca digital serta lomba resensi buku guna memperkuat budaya literasi di lingkungan madrasah. (Joe)
Editor : Fadilah